Selamat Datang Di Blog Peradaban | Silahkan Membaca Artikel Saya | Berikan Komen dan Follow yaaa| Mohon Maaf Jika blog nya kurang keren

Archive for Februari 2011

o2 News (Senin, 14 Februari 2011)

Persipura kalah dari tuan rumah Persiba Balikpapan sebetulnya membuka peluang Persija tuk mempersempit jarak dengan pimpinan klasemen sementara itu. Apalagi di putaran kedua, Persipura hanya tinggal menyisakan 5 kali partai kandang, 8 kali sisanya tandang. Sementara Persija justru lebih banyak main di kandang. Keuntungan psikologis ini ternyata tidak mampu dimanfaatkan oleh Persija Jakarta. Tampil dengan formasi Hendro, Ismed, Precious, Tony, Bayemi, Leo, Samsul, Makor, Agu, Greg dan Bepe, dilapis para pemain cadangan Ronnie, Ambrizal, Amarzukih, Agus Indra, Oktavianus, Ilham, dan Aliyudin.

Entah karena kelelahan atau gaji 3 bulan yang belum juga turun, Persija, meski tetap bermain bagus, tapi kurang kuat dalam melakukan tekanan serta kurang berani melakukan tembakan. Greg yang diposisikan di sayap kanan malah bertukar posisi dengan Bepe yang sebetulnya tidak optimal di posisi sayap. Akibatnya serangan sayap yg jadi ciri khas Persija kurang terlihat. Meski demikian, Persija tetap menciptakan peluang2 berbahaya. Dalam satu aksi individu, Makor melewati 3 orang pemain Persisam di sektor kiri lawan. Umpan matang tepat ke Greg yang disambut sundulan..... melenceng. Peluang juga terbuka ketika terjadi kesalahpahaman di antara pemain belakang lawan, Bola di kaki Bepe terlalu kencang disodorkan ke depan, jadi lebih dekat kiper daripada Greg. Bola liar dari tendangan penjuru, disambut Bepe dengan tendangan keras.... sayang membentur badan Precious.

Babak kedua tidak banyak perubahan berarti. Keasikan menyerang, Persija malah kecolongan. Bola spekulatif lawan gagal diantisipasi Hendro. Bola melesat menyentuh mistar dan mantul masuk ke gawang. Gemuruh stadion menambah semangat para pemain Persisam. Coach RD mengambil keputusan cepat tuk membalikkan suasana. Ilham dan Aliyudin masuk menggantikan Precious dan Bepe. Formasi jadi 4-2-3-1. Bayemi dan Tony jadi palang pintu didampingi Ismed dan Leo. Makor dan Samsul jadi jangkar di tengah, sementara Ilham, Greg dan Agu bertugas mensuport Aliyudin di depan. Ismed dan Leo diminta tuk lebih agresif ke depan sementara Greg dan Agu bermain sedikit ke dalam. Beberapa kali Persija membuka peluang lewat permainan kerjasama yang menawan.. Tony melakukan umpan jauh ke depan yang cepat dikejar Ismed melebihi kecepatan lawan. Crossing matang diterima Greg..... bola melambung ke atas mistar gawang yg sudah kosong.

Oktavianus masuk menggantikan Greg yang bermain kurang agresif. Masuknya oktav semakin meningkatkan serangan Persija. Tendangan penjuru Oktav membentur mistar gawang, mantul ke arah Bayemi yg disambut sundulan... lagi-lagi ga mujur, tepat di pelukan kiper. Melihat Persija makin agresif menyerang, Persisam melakukan taktik mengulur waktu. Benturan2 ringan disikapi dengan over acting terutama oleh kiper mereka. Banyaknya penghentian pertandingan ternyata tidak diikuti dengan tambahan waktu yang memadai.... cuma 2 menit.  Tapi sudahlah, Persija memang kalah, Persisam lebih beruntung bisa memanfaatkan peluang. Wasit jauh lebih fair dibandingkan di Balikpapan dan Bontang.

Yang membanggakan, aksi yang dilakukan Jakantor Community, Jakonline, Biang Kerok Kemayoran dan Jak Kaltim. Meski harus melawan suara 1 stadion, mereka tetap semangat nyanyi tuk ngasi semangat tim. Di akhir pertandingan, mereka sempat menyalakan redflare yang mendapat atensi sendiri dari masyarakat bola Samarinda. Para Persija Lovers ini memang diterima dengan baik oleh Pusamania Cyber dan Pusamania Korwil Pesut. Sebagian rombongan ada yang nginep di hotel dan ada juga yang bergabung dengan Pusamania korwil Pesut. Malam sesudah pertandingan kita juga sempat kumpul bareng di Juragan Kopi.

Stadion Segiri Samarinda yang digunakan sebagai kandang Persisam, bukanlah stadion utama di ibukota Kalimantan Timur ini. Mereka masih punya sebuah lagi stadion megah.... Stadion Palaran. Stadion ini dibangun untuk kepentingan PON Kaltim 2008. Kalau kapasitas Stadion Segiri bisa sampai 30 ribu orang, maka Stadion Palaran jauh lebih besar. Kedua stadion itu juga mempunyai lintasan atletik yang memungkinkan untuk dilakukan kejuaraan atletik. ironi sekali dengan keadaan stadion di ibukota negara. Stadion Menteng dan UMS sudah in memorian. Dalam waktu dekat Stadion Lebak Bulus akan menjadi korban keganasan pembangunan di Jakarta. Janji mendirikan Stadion BMW hingga sekarang tetap masih belum jelas kapan dimulai pembangunannnya.

Selama tur Borneo, gw mendapatkan stadion2 mereka selalu dipenuh A-board dipinggir lapangan. Beda sekali dengan di Jakarta yang hanya diisi oleh A-board dari BLI seperti Djarum Super dll. Apa Panpel kita susah ya cari sponsor yg mau naro A-board disana? Di Stadion Mulawarman Bontang a-board tercatat atas nama : Bontang Post, Hotel Raodah, Klatim Pos, Samarinda Pos, Srikandi, Specs, www.bontang.fc.com, Pupuk Kaltim, Pemkot Bontang, PT Bontang Football Mandiri dan Bank Mega. Sementara di Samarinda tercatat : PT Indika Energy Tbk, PT DIyatama Persada Raya, Lineja Digital Printing, Samarinda Pos, Republic Orange Pusamania, Kaltim Post, Lotto, Bank Kaltim, PT. Putra Samarinda Indonesia, Pemkot & DPRD Kota Samarinda, PT Prima Indah Permata, Pusamcyber. Nah nama2 itu seharusnya bisa menggugah Panpel tuk lebih aktif mencari rekanan kerja sehingga partai Persija bisa lebih meriah dan menguntungkan.

Persija meliburkan timnya selama 4 hari mulai dari tgl 14-17 Februari. Jumat 18 Februari Persija sudah melakukan lagi latihan sore di Ciracas. Sabtu latihan pagi, Minggu libur, Senin dan Selasa latihan sore, serta Rabu-Kamis latihan pagi. Semuanya di Ciracas. Jumat tgl 25 Februari Persija bertolak ke Bandar Lampung tuk melakukan ujicoba dengan Perselamtim Lampung Timur. Selama di Lampung, Persija akan menginap di Hotel Indra Puri. Jumat sore akan latihan di Stadion Pahoman. Sabtu pagi berangkat menuju Lampung Timur, makan siang disana tuk kemudian bersiap melakukan ujicoba. Malamnya Persija kembali ke Bandar Lampung tuk kemudian Minggu esok harinya kembali ke Jakarta.

BLI pada tgl 23 Februari yang akan datang akan mengadakan pertemuan dengan seluruh klub peserta ISL. Pertemuan ini dimaksudkan untuk evaluasi menyeluruh hasil putaran pertama sekaligus jadwal putaran kedua. Jadwal lama putaran kedua akan dimulai tgl 5 Maret. Namun karena ada 3 klub yang mengundurkan diri, maka jadwal akan direschedule dan ditentukan pada tgl tsb.

Bertepatan dengan hari itu, 5 punggawa Persija : Pelatih Rahmad Darmawan,  Bambang Pamungkas, M. Nasuha, Tony Sucipto dan Ismed Sofyan mendapat undangan acara Football Summit di Hotel Mulia Jakarta. Acara ini terdiri dari 3 bagian, Tanya Jawab tentang produk Nike serta pengalaman menggunakan produk tsb. Setelah makan siang acara dilanjutkan dengan Football Fun Game yg melibatkan para pemain tim Nasional dan Persija. Bagian terakhir adalah acara bagi-bagi hadiah baik kuis maupun kontes jugling dll.
oleh: nung Ferry
Selasa, 22 Februari 2011
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Sabtu, 12 Februari 2011)

Hari Minggu 6 Februari ada yang beda dalam latian Persija. Selesai latihan seluruh tim bersama Manajer Bapak Harianto Badjoeri melakukan foto-foto Tim Persija Liga Super Indonesia 2010-2011. Setelah kelupaan tahun lalu, tahun ini kita ga mau kehilangan momen lagi. Sayang Andretany menjadi satu-satunya pemain yang absen karena tengah berada di Timnas U23. Ketika foto bersama sempat terjadi sebagian pemain yang berdiri di belakang berjatuhan. Ternyata bangku panjang yang digunakan untuk berdiri tidak sanggup menahan beban dari seorang Precious......

Persija berangkat tur Kalimantan ini dengan meninggalkan 2 orang pemain mudanya : Ramdani Lestaluhu yang harus istirahat untuk mengembalikan kondisinya dan Alan Martha pemain jebolan Uruguaya yg sedang magang di Persija. Dalam o2 News sebelumnya juga sudah diungkapkan kalo Pa Satya Bagja juga absen karena menghadiri undangan dari AFC untuk kursus Pelatih Fisik di Kuala Lumpur Malaysia. Absen juga asisten perlengkapan Sodikin dan Asisten Pelatih Kiper Haryono. Tim berangkat Senin dengan menggunakan Lion Air pukul 9 pagi. Kita makan siang dulu di Balikpapan untuk kemudian melanjutkan perjalanan darat ke Bontang. 6 jam perjalanan yang sangat melelahkan........

Di Bontang kita sempat melakukan latihan di Stadion Bontang Lestari yang pernah digunakan untuk PON Kaltim. Stadion megah dengan kapasitas kurang lebih 40 ribu orang tapi kurang mendapatkan perawatan karena memang jarang sekali digunakan. Bontang FC selalu berlatih di stadion ini karena Stadion Mulawarman hanya dipakai untuk pertandingan. Pagi hari sebelum tanding, kita juga melakukan latihan ringan di sekitar hotel. Sebetulnya di sekitar hotel ada lapangan golf yang sangat luas yang bisa dimanfaatkan untuk jogging. Tapi ga banyak pemain yang berani jogging karena di sekitar lapangan golf dikelilingi rawa yang masih lebat hutannya, sehingga kalo beruntung jogging pagi hari bisa ditemani buaya2 rawa yang lagi cari makan.....

Bontang FC menunjukkan permainan yang meningkat belakangan ini. Tidak semua mendapat hasil bagus tapi kualitas permainan mereka memang meningkat terus. Pemain-pemain muda mereka mulai menunjukkan kontribusi yang berarti seperti : Marcelino Mandagi, Hamdi Hamzah, Bek Kiri Arbadin, Sayap Arifki, Gelandang serang Fadhil Sausu serta para pemain asing Ali Kadafi dan Satoshi. Kekuatan mereka terutama di sisi kanan dan kiri. Sementara di tengah menyisakan ALi Kadafi seorang. Hal ini yang diwaspadai Persija Jakarta, apalagi mereka main di hadapan publik sendiri... Bontang Mania.

Tampil dengan formasi 4-2-3-1 : Hendro, Ismed, Precious, Bayemi, Nasuha, Tony, Makor, Ilham, Agu, Greg dan Ali. Cadangan : Ronny, Ambrizal, Leo, Amarzukih, Samsul, Oktavianus, dan Bepe. Lagi2 rotasi tetap berjalan di tim ini. Semua pemain diminta untuk tidak ragu melakukan tekanan mengingat pengalaman lawan masih kurang bila mendapatkan tekanan. Awalnya strategi cukup jalan, dari sebuah akselerasi Ilham (sesuai instruksi pelatih) yang brani melewati 2 pemain lawan, umpan mendatar Ilham disambut Makor yang datang dari belakang.... 1-0 Persija!

Bontang tak mau kehilangan muka di depan suporternya. Perlahan tapi pasti, mereka mulai menguasai lini tengah. Kecepatan Satosi dan Sausu serta kekuatan Ali Kadafi terbukti merepotkan Persija. Sebetulnya ini bisa terjadi karena kita punya 3 pemain yang kurang bagus dalam bertahan : Ilham, Agu dan Greg. Pertandingan menjadi sedikit berimbang, meski tetap kendali permainan dipegang Persija. Dalam sebuah kesempatan Ilham lagi2 melakukan gerakan cepat menusuk dari sektor kiri lawan, umpan diberikan ke Greg, namun Greg sengaja melompat dan membiarkan bola bergulir ke Agu Casmir. Posisi Agu memang lebih baik, tapi sayang tendangannya masih bisa dihalau bek lawan. Dalam kesempatan lain, Agu melakukan tekanan dan berhasil merebut bola lawan. Bola disodorkan ke Makor yang bergerak cepat dari belakang. Saat tinggal berhadapan dengan kiper, Makor ditekel dari belakang jauh di dalam kotak penalti. Sayang wasit masih tidak lepas dari kata 'salah' sehingga bola tetap ditangkap kiper dan pertandingan berlanjut.

Babak kedua, Pelatih merobah strategi. Sadar kecepatan mereka di kedua sayap, Persija tampil dengan formasi 3-4-3. Ambrizal yang masuk menggantikan Ilham, bekerjasama di belakang bersama Precious dan Bayemi. Ismed dan Amarzukih yg masuk menggantikan Nasuha didorong lebih kedepan membantu barisan tengah Tony dan Makor. Ketiga pemain di depan dihuni oleh Greg, Ali dan Agu yg belakangan diganti Oktavianus. Terbukti strategi ini sangat tepat, tengah kembali dikuasai Persija dan di depan lebih garang dalam melakukan serangan.

Gol kedua lahir dari Ilham. Mendapat bola dari Agu, Ilham mengecoh Marcelino dan Penjaga Gawang Edi Kurnia. 2-0. Persija makin merajalela. Beberapa kali penonton menggumamkan decak kagum oleh kecepatan Ilham, Ali dan Amarzukih, juga dengan aksi Greg dan Agu. Gol ketiga lahir dari kejeniusan Greg. Meliuk-liuk melewati beberapa lawan, Greg memberikan umpan matang pada Makor yang menyambut dengan keras terarah, 3-0. Ali bukan tanpa peluang. Dalam perebutan bola, Greg memberikan umpan bagus ke Aliyudin. Dengan kecepatannya Ali bisa melampaui kiper Edi dan bek lawan. Sayang tendangannya ke gawang kosong melambung menyentuh mistar. Greg juga punya peluang manis dari tendangan penjuru Ismed yang disambut sundulan keras Greg yang sayangnya masih meleset dari sasaran. Gol balasan mereka lahir di menit 91 lewat sketsa tendangan sudut yang disambut sundulan Dani Mandagi (adiknya Marcelino).

Kalo maen di Senayan, the Jakmania pasti menunjukkan dominasinya dengan yel-yel dan aksi yang heboh. Tapi kalo maen tandang, giliran oren outsider yang menunjukkan loyalitasnya. Hadir di Bontang : Imad, Wahyu dan Eka (Samarinda), Vhey (Jakonline), Alit (Jak Tenabang) serta beberapa lainnya. Mereka hadir di tribun klas 1 samping VIP dengan atribut kebesarannya OREN. Kehadiran mereka meskipun dengan jumlah yg tidak memadai dibanding suporter lawan, tetap memberikan kebanggaan sendiri bagi Tim Persija. Apalagi mereka juga sering melontarkan yel-yel penyemangat selama pertandingan. Selesai main seluruh pemain dan official menyempatkan diri tuk menghampiri mereka sebagai ucapan trimakasih.

Wisata kuliner tetep dong jalan. Selama di Bontang, Kepiting Goreng dan Ikan Bakar jadi favorit. Selasa siang, para official rame2 manjain perut makan Kepiting Goreng yg digadang-gadang oleh Coach RD sebagai yg terbaik di dunia. Tapi kalo menurut gw rasanya biasa aje, justru ikan bakarnya yg yahud. Malamnya gw sama RD diajak lagi sama pelatih Bontang FC, Fachri Husaini makan di tempat yang sama. Makan kepiting goreng sama ikan bakar lagi sambil ngobrolin bola Indonesia. Esoknya setelah tehnikal miting, official Persija lagi-lagi wisata kuliner ke Bakso Solo yang katanya paling enak di Bontang. Bener-bener bikin perut gw makin gendut nih.....

Dari Jakarta, kita dapat kabar menggembirakan. Persija U21 berhasil mengalahkan Sriwijaya U21 dengan skor 2-1. Bertanding di Stadion Kuningan Jakarta, para macan muda berhasil memanfaatkan kondisi fisik yang lebih segar serta dukungan para orang oren yang hadir disana. Mayoritas memang anak2 Manggarai tapi Ayah Rico menunjukkan loyalitasnya dengan memimpin langsung para oren sejati untuk tetap memberikan dukungan pada Persija baik yang senior maupun junior. Kedua gol Persija dilahirkan oleh Reza Maulana. Tipe permainan anak muda satu ini memang seperti Greg Nwokolo yang berani melakukan gerakan2 melewati lawan. Partai berikutnya Persija U21 akan bertandang ke Padang tgl 16 Februari melawan Semen Padang. Kita doakan juga yah, biar Senior ma Junior saling berlomba menunjukkan prestasi membanggakan masyarakat Jakarta.

oleh Bung Ferry
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Selasa, 22 Februari 2011)

Jadwal Putaran kedua akhirnya keluar juga. Sebelumnya gw juga heran kok banyak yg sudah nyebarluaskan jadwal putaran kedua, padahal jelas2 sudah ditulis di notes gw kalo jadwal akan berubah disesuaikan dengan keluarnya 3 klub ISL : PSM, Persema dan Persibo. Nah jadwal lengkapnya adalah sebagai berikut :
1. Minggu 13 Maret 2011 : Persija Jakarta vs Persiba Balikpapan
2. Jumat 18 Maret 2011 : Persib Bandung vs Persija Jakarta
3. Selasa, 22 Maret 2011 : Persijap Jepara vs Persija Jakarta
4. Minggu, 3 April 2011 : Persija Jakarta vs Persipura Jayapura
5. Rabu, 6 April 2011 : Persija Jakarta vs Persiwa Wamena
6. Minggu, 10 April 2011 : Arema Indonesia vs Persija Jakarta
7. Sabtu, 23 April 2011 : Persija Jakarta vs Persisam Samarinda
8. Rabu, 27 April 2011 : Persija Jakarta vs Bontang FC
9. Minggu, 1 Mei 2011 : Persija Jakarta vs Semen Padang
10. Minggu, 29 Mei 2011 : Sriwijaya FC vs Persija Jakarta
11. Minggu, 5 Juni 2011 : Persija Jakarta vs Pelita Jaya
12. Kamis, 9 Juni 2011 : Persela Lamongan vs Persija Jakarta
13. Minggu, 12 Juni 2011 : Deltras Sidoarjo vs Persija Jakarta
14. Minggu, 19 JUni 2011 : Persija Jakarta vs PSPS Pakanbaru

Selain jadwal tsb di atas, BLI juga mengeluarkan jadwal lain sbb :
1). 1-2 Maret 2011, Match Day 1 ACL/AFC Cup
2). 25-26 Maret 2011, Match Day 2 ACL/AFC Cup
3). 5-6 April 2011, Match Day 3 ACL
4). 12-13 April 2011, Match Day 3 AFC Cup
5). 19-20 April 2011, Match Day 4 ACL
6). 26-27 April 2011, Match Day 4 AFC Cup
7). 3-4 Mei 2011, Match Day 5 ACL/AFC Cup
8). 10-11 Mei 2011, Match Day 6 ACL/AFC Cup
9). 12-23 Mei 2011, Babak 32 Besar Piala Indonesia 2011

Biang Kerok nama yg melekat di the Jakmania Korwil Kemayoran. Korwil tertua di organisasi the Jakmania ini telah melakukan beberapa kali pergantian Koordinator. Diawali Bang Sule, kemudian digantikan Bang Aji, Bang Ahyar, Bang Boy dan Bang Robert. Hari Minggu kemarin kembali lagi mereka melakukan regenerasi. Bang Doni terpilih menjadi Koordinator baru mereka. Pergantian ini dilakukan mengingat Bang Robert akan menjalani jabatan barunya sebagai Ketua 2 the Jakmania. Bang Doni atau nama fesbuknya Little Doni, sudah mengenal Persija sejak kecil ketika diajak kakeknya nonton di Stadion Menteng. Loyalitasnya ga usah diragukan. Baik partai kandang maupun tandang dia selalu setia hadir. Bahkan boleh dibilang, Bang Doni inilah orang kepercayaan Bang Robert ketika dia berhalangan mendampingi rombongan the Jakemayoran. Kita doakan semoga Little Doni bisa menjalani tugasnya dengan baik dan Korwil Kemayoran si Biang Kerok semakin eksis dan berloyalitas tinggi pada Persija.

Dalam menyambut hari ulang tahunnya yg pertama, Jakantor Community mengadakan beberapa rangkaian acara. Salah satunya adalah kunjungan ke sesepuh the Jakmania.... Gugun Gondrong. Datang dengan kekuatan sekitar 30 orang, ditemani oleh Mpo Temmi JM 05, Faisal Gimbal JM dan Bang Reza mantan Korwil Warung Buncit, rekan2 Jakantor berbincang-bincang dengan Gugun Gondrong dan keluarganya. Acara yg lebih mirip jumpa fans ini diakhiri dengan sesi foto bersama. Rencananya Jakantor mengundang Gugun Gondrong ke hari ultahnya tgl 6 Maret nanti, serta nonton bareng Persija tgl 13 Maret di Senayan. Dalam kesempatan itu, Gugun Gondrong sempat menyanyikan 2 lagu bersama Jakantor Community .......... Anak the Jak Asik-Asik dan Ayo Macan Pantang Mundur. Ga usah heran. Gugun memang sudah mampu bernyanyi bersama. Dia bahkan sudah mengeluarkan album keluarga yg berisi 12 lagu dinyanyikan bergantian dengan Ibunda tercinta Tante Tuning serta adik satu-satunya Mba Lulu. .... Moga cepat pulih seperti semula ya sobat....

Jendri Pitoy akhirnya menjadi pemain terakhir yang akan direkrut Persija. Setelah melalui negosiasi via telpon, Jendri sepakat bergabung bersama Persija Jakarta di putaran kedua nanti. Sebelumnya Jendri Pitoy memperkuat tim Perseman Manokwari di Divisi Utama. Kontraknya memang masih berlaku dan Perseman baru menjalani satu putaran. Namun dari kesepakatan dengan klubnya, Perseman berkenan melepas Jendri tanpa fee transfer asalkan ada jaminan klo Jendri sudah mendapat klub baru. Sejauh ini Jendri masih berada di Manado sekalian mengurus surat2nya dari Perseman. Jendri diperlukan Persija tuk menggantikan Andretany yg dipanggil Timnas U23. Diharapkan Jendri bergabung ketika Persija menjalani partai persahabatan dengan Perselam Lampung Timur.

Satu lagi pemain yang akan bergabung adalah Alan Martha. Namun pemain yang satu ini rupanya banyak mencuri perhatian klub lain. Setidaknya ada sebuah klub Divisi Utama Jawa Timur dan sebuah klub ISL yang tertarik untuk menggunakan jasanya. Sejauh ini Alan Martha kita kasih kesempatan untuk berpikir matang-matang untuk kepentingan karirnya sendiri. Alan Martha adalah jebolan Tim Indonesia yg dikirim ke Uruguay. Setelah menjalani latihan di Uruguay selama 2 tahun, Alan kembali ke Indonesia untuk digantikan para pendatang baru. Alan juga sempat dipanggil seleksi Timnas U23 namun gagal karena dianggap terlalu muda. Usia Alan memang baru 18 tahun.

Libur latihan selama 4 hari dimanfaatkan para pemain untuk pulang kampung. Alan ke Padang, Hasyim ke Tulehu, Okta ke Jambi, Ambrizal ke Pekanbaru, Hendro ke Malang, Agus Indra ke Gresik, Roni Tri ke Madiun, Samsul ke Makasar, Ilham ke Majene Sulawesi Barat dan Ismed Sofyan ke Aceh. Ketika latihan pertama 3 pemain belum hadir. Greg Izin ke Singapura setelah mengikuti acara bersama League di Kemayoran, Precious ke Singapura tuk nengok anaknya yang masuk rumah sakit dan Ismed Sofyan yg sudah lama tidak pulang ke Aceh. Klo udah acara pulang kampung gini, yg untung gw. Baliknya Alan Martha bawain rendang Padang asli bikinan keluarganya. Sedangkan Hasyim Kipuw bawain gw Kaos Ambon Manise dan makanan2 khas dari Ambon. ............. makanya jadi Sektim.

League diam-diam sudah melakukan perpanjangan kontrak dengan Manajer Harianto Bajoeri. Tepatnya hari Kamis 17 Februari kemarin penanda tanganan kontrak sudah dilakukan. Dengan kesepakatan ini, sekaligus menutup peluang beberapa produk aparel lainnya yang berminat bekerja sama dengan Persija. Sejauh ini kinerja League memang jauh lebih baik dibandingkan tahun pertama. Mereka lebih berpengalaman serta kualitas bahannya juga lebih baik. Satu yang belum benar-benar tergarap dari aparel Persija.... ...... seharusnya penjualan kaosnya bisa menjadi pemasukan bagi Tim Persija. Namun dengan pengalaman serta kualitas yang meningkat, diharapkan penjualannya bisa memberikan masukan berarti bagi Tim Persija.

Persija u21 terus dirundung malang. Ketidakmampuan manajerial dari Toni Tobias membuat tim ini akhirnya mengalami sedikit keretakan. TIm Pelatih dan beberapa pemain inti akhirnya mundur. Sikap ini akibat dari tidak adanya penjelasan dari pihak manajemen tentang kontrak kerja mereka. Selama 9 bulan ini mereka baru menerima gaji sekali dan itupun hanya separuhnya. Sehari sebelum berangkat ke Pekanbaru, juga tidak ada kepastian jadwal keberangkatan dan personil yang berangkat. Akhirnya ditengah ketidakpastian ini, mereka memutuskan untuk mundur hingga ada reaksi dari manajemen tuk kepastian status mereka di Persija. Akibat dari mundurnya pelatih dan beberapa pemain inti, tim Persija akhirnya mengalami kekalahan pertama dari tuang rumah PSPS Pekanbaru dengan skor 0-2.

Mahdi, salah satu pendiri the Jakmania akhirnya menjadi bapak. Setelah melahirkan lewat operasi caesar, Mahdi merasa hidupnya lengkap dengan kehadiran si jabang bayi. Mahdi adalah pendiri the Jakmania dari Taman Kota Jakarta Barat. Saat the Jakmania didirikan Mahdi masih bersekolah di SMP. Kemudian dia melanjutkan ke STM Poncol Jakarta Pusat. Bagi yg belum kenal Mahdi bisa diliat dari fesbuknya yang bernama Mahdi As Saloie. Selain Mahdi, Amarzukih bek muda Persija juga berubah status menjadi seorang Ayah. Lahir bayi perempuan mungil tepat pada Senin 21 Februari 2011. Semoga para Oren Muda ini bisa menjadi suporter Persija yang fanatik.......


oleh :Bung ferry
Posted by Ahmad Izzinnahdi

the jak







Jumat, 11 Februari 2011
Posted by Ahmad Izzinnahdi

my photo's











Kamis, 10 Februari 2011
Posted by Ahmad Izzinnahdi

Inilah 100 Gaya Hidup ABG (Anak Baru Gede) Tahun 90an

1. Make sepatu ala ABRI merek Dok Mart (ngerengek pengen dibeliin)

2. Make wardrobe merek ALIEN WORKSHOP (pokoknya paling keren dijaman itu )

3. Menjadi Korban Celana Bergaris (KCB) merek MAMBO

4. Ga lupa beli juga sepatu La Gear Light (yang bisa nyala itu loh)

5. Motong rambut ala Andy Lau n Jimmi Lin (Belah Dua nya ga nahan…)

6. Yg cewek ga mau kalah, minta dipotong ala DEMI MOORE (idol jaman 90an)

7. Yg kurang suka Andy Lau, bisa minta ala Jambul Tin Tin

8. Maen DingDong pake Koin

9. Game fav pas istirahat : Game Watch (baca : GIMBOT) yg diiket pake aki yg maennya sambil jongkok, truz kalo dah abis si mangnya bilang… “Mang nya mau pulang”

10. Ngoleksi Kartu Basket (Michael Jordan paling dcari jaman itu,,hehehehe)

11. Ngoleksi Kartu Dragon Ball (ada yg hologram, ada yg Double)

12. Yg cewek ngoleksi dan tuker2 an stiker luthu-luthu (aku ikutan lho……)

13. Yg cewek juga maen BP, itu lho org2an(banyaknya sih gambar cewe) dari kertas, yang bisa diganti2 bajunya (dari kertas juga) yg dijual di emang2.Aku juga maen deng…

14. Maen TAMIYA. sampe ikut pertandingannya juga… walopun ngerakitnya ga bisa-bisa…

15. Ngemil ANAK MAS COKLAT SUPERMAN, COKI-COKI…

16. Beli COKLAT AYAM (kalo ga salah harganya 50 perak jaman itu)

17. Makan permen karet YOSAN, skalian ngumpulin huruf2nya Y- O – S – A – N (tp yg “N” susyeee bner dapetnya..lupa diproduksi kaliiie yeee)

18. Makan JAGOAN NEON biar lidahnya berubah warna…

19. Beli sablonan ADIDAS buat di sablon di tas,clana, dll

20. Ga pernah ngelewatin SI DOEL ANAK SEKOLAHAN (Sekarang dh jadi si Doel wakil bupati)

21. Nonton kartun Remi, Lika Liku Laki-Laki,Gara-Gara, pake kacamata 3 Dimensi (bela-belain buat beli kacamata 3Dnya)

22. Setelah era alien berlalu gantian Pake baju ala POINT BREAK

23. Bangga make tas tipis merk ALPINA

24. Beli GULALI yg bisa dibentuk macem2, yg warnanya ijo ama merah (paling seneng beli yg bisa di tiup..sambil makan sambil priiiiit)

25. Nonton KOTARO MINAMI jadi Ksatria Baja Hitam dan DORAEMON (sampe sekarang belum tamat-tamat)

26. Berharap di Indonesia ada acara kaya TV Champion dan Takeshi Castle

27. Penggemar setia AIRWOLF, KNIGHT RIDER, dan the legend MACGYVER

28. Nonton film dewasa BEVERLY HILLS, MELROSE PLACE n FRIENDS (sekarang dah season berapa yah !)

29. Anak-anak pada suka corat-coret tembok ma papan tulis pake tulisan macem-macem : SLANK dan DEWA 19

30. Nyolongin resleting YKK atau ALPINA buat jadiin gelang or kalung

31. Beli Tas Pinggang (wakakak, skarang kaya tukang kredit ajeee,,)

32. Belum ada HP?? PAGER lagi ngeHITS !

33. Ctak Ctuk pake TUTUP GATORADE

34. Kriminal kelas teri, Ga mau rugi nelpon? Pake aja KOIN GANTUNG (ini yang bikin TELKOM bangkrut)

35. Beralih ke SKA atau BRITPOP

36. Mantengin KUIS RAHASIA KELUARGA bareng Izur Muhtar

37. Nonton TAK TIK BOOM ama Pak Dede Yusup, APA INI APA ITU bareng Jefri Woworuntu, PIRAMIDA ma Roni Sianturi, KATA BERKAIT bareng Nico Siahaan…

38. Berusaha keras nelp biar bisa ikutan kuis JARI-JARI (baca: jareee jareeeeee)

39. Mau bisa bhs Inggris?gampang, ada SESAME STREET

40. Nonton berita di TV tentang KERUSUHAN MEI

41. Ngumpulin TAZOS dari yang Loney Toons ampe Pokemon dari Chiki, dkk (Aku masih ada loh koleksinya…)

42. ayo sukseskan GN-OTA (tau donk kepanjangannya)

43. Sedih, gara2 TIMOR TIMUR lepas dari RI

44. Melihara binatang/Bayi ala TAMAGOTCHI (ampe ada yang nangis pas tamagotchi-nya mati)

45. Maen MARIO BROS MORTAL KOMBAT , STREET FIGHTER, KONTRA di NINTENDO & SEGA

46. Make NECKERMAN or CARVILL

47. Deg2an nonton SUSI SUSANTI, ALAN BUDIKUSUMA,HARIYANTO “smash 100watt” ARBI, dan RICKY-REXI

48. Ngikutin pilem SI MANIS JEMBATAN ANCOL (si manis,suit suit, seksi bner kamu)

49. RIA ENES-SUSAN lg sering nongol di tivi

50. Di saingi oleh duet BONDAN PRAKOSO-ENNO LERIAN (si Lumba-lumba, makan dulu……..) Dan sederetan artis cilik lainnya… Maisy, Chikita Meidi, Cindi Cenora, Trio Kwek-Kwek, Agnes Monica.

51. Bibit sinetron baru2 aje muncul, kaya ABAD 21,TERSANJUNG, BELLA VISTA, NOKTAH MERAH PERkimpoiAN, (inilah cikal bakal penghancur bangsa,,hqhqhqhq…)

52. AMKM (anda meminta kami memutar) di TPI lg hot2nya (duuuh, jeng rina gunawan, masyii kuruuuus bgt looow)

53. Ga bisa kluar rumah? Gampaaaaaang, belanja aja lewat TV MEDIA (masi inget smart-mob, pisau GINSU,ABDOMINIZER, AURY??? Cuma 999.999 !!!! ) wakakakakaak

54. Make jam G-SHOCK (walaupun abal2 yg penting G-SHOCK)

55. Ngikutin WILD ROSE (Rosaaaa…..) ..wakakakakak, telenopela pertamaaaa tuuuh… diikuti oleh Marimar dll

56. Make Rautan Kaca di sepatu buat ngintip (bibit cabul mulai keliatan..)

57. Serial Jepang RINDU-RINDU AISAWA (yang lagunya Tetes air mata mengalir sedih…. Aku pun menangis dalam bayang sepi… ) Keren n mengharukan bangetz…

58. Jam 7 malem dan Jam 9 malem mesti nonton DUNIA DALAM BERITA

59. Jokes uang GOPEK versi gambar MONYET (Asalamualaikum… Iwannya ada??…ooow, ada di belakang, kamu ke blakang aja…!)..basii bgt tuh jokeeee,,tp okelah jaman itu..60. Telat ngaji gara-gara nonton LEGENDA ULAR PUTIH truz kisah cinta YOKO DAN BIBI LUNG…

61. Mesti ngapalin RPUL – RPAL – BUKU PINTAR

62. Kalo 80an punya speda bmx, 90an punya FEDERAL..canggiiih.. Perjuangan Belajar Sepedah yang Jatuh Bangun…

63. Make kalimat “E GE PE” (emang gue pikirin…!! ….yaa ga usa dipikirin)

64. Sering ngomong “AU AAAH, ELAAAAP”..( hahaha,memang jaman kegelapan tuh 90an)

65. Dapet salam dari EKO…(eko siapa??)..EEEE, KOOK LOYOOO!!!!.. .(hahahahaha)

66. Ngikutin kata-kata iklan “SAYA MAU YANG PALIING ENAAAAK”

67. Iklan juga ” AAAAHH, TEORRRRIII”

68. Godain mbak2 penjaga tol dengan ngomong “XON-C nya MANAAAA????”

69. Maen “DONAL BEBEK, MAJU TIGA LANGKAH, MUNDUR 3 LANGKAH” (lupa-lupa-inget terusannya..)

70. Ngata-ngatain temen dengan nama BAPAKnya..(kalo uda parah, nama ibu juga ikutan…wakakaka, ga jelaaas bgt)

71. Sering ngomong “DI, DI, YUK MAEN BOLA LAGI”..

72. Maen GIMBOT yg bisa ngomong “BEGO LO!… OKE JUGA LO” TETRIS JUGA EKTRIS…EKSIS maksudnya…

73. Maen TANK BAJA (kedua tangan kita digabung ama tangan temen kta, trus disilangin.. misiii, tank mau lewaaaat)

74. Bulan Puasa Ngisi TTS…

75. Si KOMO bikin macet jakarta (lebih dulu daripada busway tuh)

76. COBOY, COOL COLOR, ME lg naek daooon

77. Ngerap bareng IWA K dan DENADA

78. Ngoleksi komik CANDY-CANDY

79. Yg cowok baca KUNG FU BOY dan DRAGON BALL

80. Beli penghapusan bentuk huruf2 yg atasnya ijo and berbau wangi

81. Kertas Surat (Kertas Binder )yang gambarnya macem-macem Tokoh Kartun…

82. Pengganti warkop? Ya PADHYANGAN PROJECT

83. DENGAN KEKUATAN BULAN… AKAN MENGHUKUMMU… Hyahahah… SAILOR MOON

84. Ayayayay… Ayayayay… Alfa dipanggil POWER RANGGER…

85. Penghapus berbentuk buah-buahan juga banyak beredar… Hadiah dari TWISKO kalo ga salah

86. Hati-Hati Pulpen Harum berisi narkoba…

87. Pulpen yang bisa dikalungin juga….

88. Baju Kodok Punya ? Nyambung dari atas kebawah…

89. Ngumpulin hadiah dari HAPPY MEAL…

90. Ngabur N Ngiprit Kalo mau di suntik Imunisasi di sekolah….

91. Maen Gambar… Kadang-kadang jadi Bandar…

92. Kelereng… A.K.A Gundu… mengisi sore hari jaman jadul….

93. Kuis DangDut…. Apaaan Tuh….

94. Film Vampir…. Setiap Sabtu di RCTI…

95. Boboho juga jadi idola… Sekarang Dah gede kali yah…

96. Ajang Pencarian bakat di taun 90an ASIA BAGUS….

97. Lagu-lagu Malaysia rame di Indonesia… EKSIS, AMI SEARCH, apa lagih yah…

98. DENPASAR MOON, SARMILA, jadi lagu wajib….

99. Acara tangga lagu musik pertama kalo ga salah tu DELTA…

100. Ditunggu-tunggu setiap malem minggu… SPONTAN… UHUUUUYYY

ABG tahun 90an jangan lupa gaya masa lampau mu .
hahahahaha
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Jumat, 4 Februari 2011) 04 Februari 2011 6:22

Balikpapan bukan kota favorit bagi Persija. Selain tidak pernah meraih poin penuh, 2 tahun terakhir Persija juga mendapat perlakuan kurang simpatik dari penonton Persiba maupun Wasit. Setidaknya itulah yg gw alamin selama mengikuti tur Persija di Balikpapan.Ketika tim ditangani Danurwindo, Ponaryo Astaman jadi sasaran intimidasi mereka. Hampir sepanjang pertandingan yel2 yg diteriakkan adalah pelecehan terhadap Ponaryo. Gw inget banget kata2nya.... "Ponaryo, ganti Ponari"..... Ponaryo yg tidak bisa menahan emosi akhirnya terkena kartu merah. Tidak hanya Ponaryo, Greg dan Njanka juga mendapat perlakuan rasis dari penonton dan pemain Persiba baik selama uji lapangan maupun selama pertandingan. Njanka pun akhirnya terpancing memukul Adrian Trinidad yg terus melecehkan dengan kata2 rasis. Kartu merah untuk Njanka. Meski Persija akhirnya lolos ke babak selanjutnya di Copa Indonesia.



Tahun kemarin, teror ditujukan ke mantan ikon Persiba Balikpapan, TA Musafri. Saat kita uji lapangan, telor busuk dilempar ke arah tas2 rombongan Persija. Erik Setiawan yg paling sial, tasnya berlumuran telor busuk yg baunya juga luar biasa. Sepanjang pertandingan kata2 "Musafri Anjing" jadi kata yg paling sering keluar dari mulut penonton, terutama dikumandangkan oleh suporter2 terkoordinir. Dari atas bangku cadangan Persija, mereka seperti sengaja taro anak2 kecil yg sepanjang pertandingan selalu melantunkan kata2 yg tidak pantas didengar. Lemparan air juga seringkali kita terima di bangku cadangan. Tapi secara keseluruhan, tahun kemarin masih lebih baik dari tahun sebelumnya.



Menyikapi itulah, gw mengingatkan panitia tuk lebih meningkatkan pengamanan kepada Tim Persija baik sebelum, selama dan sesudah pertandingan. Kesan tidak baik mulai kita rasakan. Pagi hari ketika hendak mencoba lapangan, bis yg seharusnya menjemput tak kunjung tiba. Berbagai kendala mereka ungkapkan. Mulai dari banjir sehingga bis tidak bisa lewat, macet total sehingga bis dialihkan ke jalur lain, dan terakhir kehabisa bensin. Akhirnya bis Persiba dipake tuk jemput kita, namun waktunya sudah molor 1 jam lebih.



Setiba disana, Tim Persiba sudah menunggu giliran tuk menggunakan bis tsb. Namun mereka mengaku tidak bisa uji lapangan karena kondisi buruk akibat hujan. Pelatih Rahmad Darmawan juga melihat hal yg sama. Beliau memutuskan tidak ada sesi uji lapangan karena kawatir pemain malah akan didera kelelahan luar biasa akibat kondisi lapangan yang banjir. Pelatih memutuskan latihan pindah sore hari di lapangan Telkom. Kembali lagi kita harus nunggu jemputan karena bis sedang dipake nganter Tim Persiba Balikpapan.



Hari pertandingan, ujan deras kembali mendera. Entah karena cuaca atau karena adanya siaran langsung, Stadion Persiba tidak dipenuhi oleh para penonton. Sikap mereka juga jauh dari perkiraan gw. Meski ada beberapa yg melontarkan kata2 tidak simpatik, tapi secara keseluruhan mereka cukup bagus. Terutama kelompok suporter Balistik yang menyambut oren outsider Borneo dengan yel2nya. Ketika tim mereka tak kunjung mencetak gol, apalagi setelah gol Bayemi, mereka mulai melakukan teriakan2 ke tim mereka sendiri. Di tribun timur, suara lantang meneriakkan digantinya pelatih Persiba, Junaedi.



Persija tampil dengan formasi 3-5-2. Hendro di bawah mistar, Tony sebagai orang terakhir dengan Precious dan Bayemi persis didepannya. Ismed dan Leo dipercaya menjadi sayap. Dua gelandang bertahan Samsul-Makor dan 2 gelandang serang Agu-Greg. Persija hanya menempatkan seorang striker tunggal pada kapten Bambang Pamungkas. Buruknya lapangan berpengaruh pada permainan Persija. Aksi Greg dan Agu tidak terlalu tampak sehingga lapangan tengah praktis dikuasai Persiba. Beruntung barisan pertahanan Persija begitu disiplin dan sulit ditembus. Kredit poin tersendiri harus diberikan pada Hendro Kartiko yang begitu cemerlang mengawal gawangnya dari gempuran para pemain Persiba.



Babak kedua kembali lagi gw harus angkat topi pada seorang Rahmad Darmawan. Bepe yg memang kurang optimal permainannya digantikan Ambrizal. Formasi berubah menjadi 1-3-4-2. Satu orang terakhir tetap Tony, sementara Ambrizal dan duo asing ditugaskan mementahkan serangan2 Persiba yg eksplosif. Jadilah serangan Persiba seperti menemui tembok tebal sehingga mereka mulai frustasi dan kelelahan. Kondisi ini juga membuat Ismed dan Leo lebih berani melakukan tekanan ke depan dan mensuplai bola pada Agu dan Greg. Samsul dan Makor juga sukses jadi pekerja keras di lapagan tengah. Namun karena kondisi lapangan, gol tetap sulit tercipta. Beruntung Bayemi berhasil memanfaatkan crossing Ismed lewat sundulan terarah. Meski Persija terus konsisten menguasai pertandingan, apalagi dengan masuknya Nasuha menggantikan Ismed dan Aliyudin menggantikan Greg, tapi Persija tetap tidak bisa menambah gol. Padahal peluang cukup banyak tercipta. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-0 tetap bertahan.



Rekor baru tercipta. Persija menang di Balikpapan! Tapi catatan khusus tetap ditujukan kepada kinerja wasit. Baik wasit tengah Mardi dari Purwakarta maupun Asisten Wasit sering melakukan keputusan yg merugikan Persija. Apalagi ketika Persija unggul, jujur kita sudah kawatir akan terkena hukuman penalti. Teriakan pentonton di tribun VIP juga demikian... "kasi penalti, kasi penalti".... Gw heran di tengah gencarnya serangan dari LPI, kenapa tidak ada usaha2 perbaikan dari PSSI tuk lebih meningkatkan kinerja wasit??? Berita gembira diterima Greg Nwokolo yang terpilih menjadi Man of the Match. Ini untuk kedua kalinya dia terpilih. Namun hal ini ditanggapi dingin oleh Greg karena hadiahnya belum pernah dia terima. Bagaimana BLI? Apa ini janji2 kosong seperti hadiah Piala Indonesia tahun lalu?



Oren outsider Borneo hadir di Stadion Persiba dengan kostum kebesarannya. Arief anak Bekasi yg kerja di Balikpapan, Imad anak Pd Ungu yg kerja di Samarinda, Ibrahim dari Pamulang yg juga kerja di Samarinda, Fajar dari Bintaro yg kerja di Balikpapan serta Wahyu putra asli Samarinda yg ngefans berat sama Persija. Kelimanya gw ajak ke hotel tuk bisa foto2 dengan para pemain. Sayang Eka Jackal dan Erwin Rastamanis berhalangan hadir. Demikian juga dengan anak2 Tenggarong yang nonton di tribun Balistik. Mereka langsung kembali sehabis pertandingan. Salut! Bahkan ada yg menggunakan vespa dari Tenggarong. Moga pertandingan berikutnya di kalimantan gw bisa ketemu dengan mereka semua.



Persija pulang esok pagi harinya. Bambang Pamungkas ijin berangkat lebih dahulu malam hari setelah pertandingan. Bepe tidak langsung pulang ke Jakarta tapi menuju Ternate tuk menjalani shooting iklan Kuku Bima Energi Sido Muncul. Kemungkinan Bepe baru gabung di Jakarta pas latihan Sabtu. Hendro juga ijin langsung ke Surabaya tuk nengok keluarga dulu. Persija akan mulai lagi latihan Hari Jumat sore tgl 4 Februari. Sabtu dan Minggu Persija melakukan latihan pagi hari. Senin pagi Persija sudah bertolak lagi ke Bontang.



Ramdani Lestaluhu dan Alan Martha kembali ke Persija. Menurut kabar dari hasil tes darah, ditemukan gejala hepatitis pada Ramdani. Hal yg pernah juga dialami oleh Atep. Dokter Tim Persija akan melakukan pengamatan atas hasil tes darah Ramdani untuk kemudian mengajukan program khusus tuk Ramdani agar tetap mampu mengikuti kompetisi. Alan Martha dianggap masih terlalu muda untuk Tim Nasional u23. Usianya memang baru 18 tahun dan posturnya kecil sehingga sulit bersaing dengan yg lain. Keduanya sudah berada di Mes Persija tuk ikut program2 latihan berikutnya.

Dari Bung Ferry
Jumat, 04 Februari 2011
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Minggu, 30 Januari 2011) 30 Januari 2011 8:49

Persija U21 tampil mengejutkan. Meski minim sekali persiapan, mereka justru tampil gagah berani dan merepotkan Juara Bertahan Persib Bandung. Padahal Persib masih banyak diperkuat para pemain yang mengantarkan mereka juara tahun lalu. Barisan belakang begitu tenang mengantisipasi semua pergerakan penyerang lawan, gelandang berani tarung, serta duet penyerang lincah yg terus merepotkan lawan. Sayang gol yg dinanti tak kunjung tiba. Persija U21 melepaskan peluang meraih poin penuh di kandang, skor akhir seri kosong-kosong. Pertandingan ini juga disaksikan beberapa mantan pemain Persija seperti Adityo Darmadi, Budiman dan Tony Tanamal.



Beda nasib dengan yang senior. Tampil dihadapan ribuan pendukungnya, Persija menguasai selama 2x45 menit pertandingan. Makor mengawali dengan gol dari jarak jauh, sempat memantul ke tanah sehingga tidak mampu diantisipasi M. Yasir mantan kiper Persija tahun lalu. Gol kedua lewat pergerakan cepat menyusup dari seorang Nasuha yang menyundul umpan manis di depan gawang. Gol ketiga melalui umpan Leo Saputra disambut Agu Casmir yg berdiri bebas dengan sundulan sambil menjatuhkan diri. Persija sebetulnya mencetak gol lagi melalui Aliyudin, namun Asisten Wasit menganggap sudah terjadi offside. Menurut gw, Aliyudin memang onside, tapi ada seorang pemain Persija lain yg bisa dikatakan aktif, berdiri offside. Jadi tidak ada yg salah dengan keputusan wasit.



Coach Rahmad Darmawan sekali lagi menunjukkan kecerdikannya dalam melakukan rotasi pemain. Precious dicadangkan dan membiarkan Bayemi - Ambrizal menjadi duet di belakang. Terbukti duet ini juga kokoh, meski akhirnya Ambrizal diganti Precious akibat sikut lawan yg mampir di pinggang kanannya. Absennya Samsul dan Greg akibat akumulasi, bisa ditutup dengan aksi Tony Sucipto dan Oktavianus. Keduanya menjalankan tugasnya dengan baik. Hilangnya Greg mungkin membuat suporter kehilangan aksi individunya, tapi justru kerjasama tim malah terlihat lebih berjalan karena masing2 melakukan kerjasama dengan yang lain.



Leo Saputra masuk menggantikan Ilham. Nasuha digeser ke posisi ilham sementara Leo main di posisinya sendiri, bek kiri. Dalam beberapa pertandingan terakhir, Ilham memang belum menunjukkan performa sebenarnya. Yang bersangkutan juga sadar akan hal itu, terlihat dari wajah penuh penyesalan di bangku cadangan. Bepe jadi pemain paling apes di pertandingan kemarin. Beberapa peluang emas yg 90% gol juga gagal dituntaskan. Masuknya Aliyudin terbukti menambah ketajamam penyerangan Persija. Tapi Persijap memang bermain super defensif. Tak jarang mereka menumpuk banyak pemain di dalam kotak penalti. Untuk Bepe, rasanya dia tau apa yg harus dievaluasi dari dirinya. Namun untuk Ilham, rasanya perlu pendekatan khusus dari pelatih agar dia bisa kembali ke performa aslinya. Menurut gw, dribbling bola Ilham masih yg terindah di Republik ini.



Euforia Piala AFF masih terus berimbas ke Tim Persija. Beberapa undangan dilayangkan kepada 3 pemain timnas di Persija. Yang mengejutkan justru Nasuha yang paling banyak mendapat apresiasi. Sebuah surat dari seorang penggemar di Depok dilayangkan tertuju pada Nasuha dan Bepe. Undangan dari sebuah Yayasan di Kuningan ditujukan kepada Bepe. Undangan Partisipasi dalam kegiatan Giring Bola bersama Luis Figo juga diarahkan ke Nasuha dan Coach Rahmad Darmawan. Serta undangan siaran bersama dengan JakFM untuk Bepe dan Nasuha dengan pembawa acara Ronal dan Tike. Kecuali acara Giring Bola, acara lain masih diatur waktunya.



Pelatih Fisik Persija Bapak Satia Bagdja Ijatna mendapat undangan istimewa dari Asian Football Confederation. Sebagai Pelatih Fisik senior, beliau mendapat undangan untuk mengikuti AFC Elite Education Seminar 2011, Elite Conditioning Coaching Instructions Course di Kuala Lumpur dari tgl 15-18 Februari. Dengan demikian Pak Satya hanya bisa mendampingi Persija di pertandingan melawan Persiba. Selanjutnya beliau absen di 2 pertandingan berikut untuk mempersiapkan diri. Manajemen Persija sangat mendukung kegiatan2 positif seperti ini, karena peningkatan ilmu bagi Pelatih akan berimbas langsung pada tim. Selamat tuk Pak Satya.



Alan Martha, ex pemain Tim Indonesia yg dikirim ke Uruguay sudah berlatih bersama dengan Persija di Stadion Ciracas. Pemain asal Padang ini memang sudah tidak masuk  dalam squad yang dikirim kembali kesana setelah libur panjang. Melalui facebook, Alan memang sudah mengungkapkan keinginannya berlatih bersama Persija, apalagi Coach Rahmad memang membutuhkan pemain muda sebagai pengganti Ramdani Lestaluhu yang harus menjalani TC Timnas dalam waktu yg cukup lama. Sementara ini Alan Martha masih terhitung sebagai pemain magang, namun bila dilihat menunjukkan performa bagus tidak menutup kemungkinan dia akan resmi dikontrak di Putaran kedua.



Selain itu, Persija juga kehilangan Andritany penjaga gawang muda penuh harapan. Tim Pelatih sudah mengajukan permohonan untuk mendapatkan kiper pengganti karena sangat riskan hanya memiliki 2 kiper dalam sebuah kompetisi panjang dan ketat seperti ISL. Bayangkan bila salah satu kiper menderita cedera, sakit atau akumulasi kartu? Berarti kita tidak punya kiper cadangan. Sejauh ini permohonan belum bisa dikabulkan Manajemen terkait sulitnya mencari dana tambahan. Alternatif lain memang bisa dengan menggunakan kiper Persija u21 tanpa harus melalui pendaftaran lagi sesuai regulasi BLI.



Hinca Panjaitan Ketua Komisi DIsiplin PSSI berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum. Dalam disertasinya mengenai INTERNVENSI NEGARA TERHADAP PENGELOLAAN PENYELENGGARAAN, DAN PENYELESAIAN SENGKETA SEPAKBOLA PROFESIONAL DI ERA GLOBALISASI DALAM RANGKA MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM DI INDONESIA. Gw sendiri hadir disana sebagai undangan. Lokasinya di Universitas Pelita Harapan Karawaci Tangerang. Pak Hinca ini seperti mengajarkan kita, bahwa menuntut ilmu itu tidak mengenal batas waktu dan usia. Selama kita masih diberi kesehatan dan kesempatan, kita harus terus mencari ilmu yang bermanfaat bagi kita sendiri dan masyarakat luas.



Di kalangan pendiri the Jakmania, ada kakak beradik dari Radio Dalam : M. RIza dan Fajar Mohammad. Bang Fajar ini dulu masih termasuk yg termuda di JM, julukan para pendiri the Jakmania. Meski terhitung muda, tapi dia sudah berani menjadi Ketua Korwil SMU 46. Dialah yg menggerakkan anak2 SMU 46 tuk aktif memberikan dukungan pada Persija. SMU 46 boleh dibilang menjadi pelopor korwil SMU di the Jakmania. Selepas jadi korwil, Fajar sempat diangkat menjadi Ketua Bidang Sekretariat. Hari minggu ini, di Malang, Fajar Mohammad akan melangsungkan pernikahannya. Si kecil telah menjadi dewasa. Dapat jodoh nun jauh disana.... di Malang. Sayang gw ga bisa hadir dalam acara pernikahannya karena tugas gw mempersiapkan tim tuk berangkat Tur Borneo besok pagi hari. Selamat buat Fajar Mohammad.... moga menjadi suami yang baik dan dikaruniai anak2 yg soleh.....

Dari Bung Ferry
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Jumat, 21 Januari 2011) 21 Januari 2011 19:41

Suhu di Wamena dan Jayapura berbeda jauh. Yang satu dingin, yang satu lagi puaaanasshhhh. Beberapa pemain terkena dampaknya. Aliyudin yg pertama. Badannya panas, pusing dan mengalami gangguan pencernaan. Latihan uji lapangan dia udah ga ikutan. Menjelang pertandingan, berjatuhan lagi Oktavianus, Ambrizal dan Leo Saputra. Oktav paling parah sehingga terpaksa tinggal di Hotel ketika pertandingan berjalan, sama seperti Aliyudin. Ambrizal dan Leo berjuang melawan penyakit demi keinginan kuat memperkuat Persija.



Tiba di Jayapura, gw ketemu teman lama yg udah 30 tahun lebih ga ketemu. Malamnya temen SMP gw ini langsung ngajak makan di Ikan Bakar Maros. Ini ikan bakar paling TOB disana. Hampir semua tukang ikan bakar beli ikannya sama mereka. Tempatnya sih di pinggir jalan dan sama seperti tenda2 di Jakarta. Ga lama gw disana, datang lagi rombongan Hamka, Ilham, Samsul, Ismed dan Bepe. Hamka jadi bosnye traktir yang laen. Dari situ gw diajak ke Hotel Grand Pacific yang sedang dibangun. Wuah... pemandangan malam hari Jayapura dari situ terlihat jelas, karena lokasi hotel memang di puncak bukit. Luar biasa... taon depan klo ni hotel udah jadi mending Persija nginep situ aje deh. Hotel temen sendiri pasti korting nih harganye.....



Sehari sebelum pertandingan, gw niat ngajak semua official tuk makan ikan bakar (lagi). Kebetulan coach RD tau persis tempat yg bagus pemandangannya. Namanya "Restoran Bagus Pandang" yang terletak di Bukit Angkasa. Betul banget kalo dibilang Bagus Pandang. Dari situ kita bisa liat pantai di Jayapura lengkap dengan Pelabuhan dan Kapalnya. Bukit dengan tulisan Jayapura City juga tampak dari sana... Wah luar biasa deh pokoknye.... sampe2 lupa kalo makanannya sebetulnya biasa2 aje. Dari situ coach RD ngajak lagi ke tempat jual kelapa muda yg pemandangannya menuju Lautan Pacifik nan luas tanpa ada pulau satupun. Kalo liat gini... siapa bilang Papua itu propinsi pinggiran? Justru merekalah central kehidupan yg masih orisinil di Indonesia...



Partai Persija memang jadi daya tarik tinggi bagi pecinta sepakbola disana. Siang hari mereka sudah memenuhi tribun timur, selatan dan utara. Tinggal tempat kosong di barat dan di atas bukit. Stadion Mandala Jayapura memang dikelilingi bukit kecil yg memungkinkan orang nonton dari atas bukit. Sejak awal Persija hadir, suporter mereka sudah mulai melakukan tindakan yg kurang sportif. Bepe jadi sasaran utama. Kata2 hinaan terus mereka kumandangkan. Mereka sepertinya ga sadar kalo lagu2 yg mereka kumandangkan sepanjang pertandingan, semuanya adalah lagu2 the Jak, kreativitas the Jak....suporter Persija.



Sesuai skenario, Persija tampil dengan formasi 3 (Precious, Bayemi, Tony) - 5 (Ismed, Nasuha, Makor, Samsul, Greg) - 2 (Agu, Bepe). Tiga di belakang untuk mengantisipasi agresifitas Boas dan Zah Rahan. Terbukti strategi ini ampuh. Persipura memang menguasai permainan, namun sulit menembus pertahanan Persija yang cenderung lebih bertahan. Sebetulnya Persija sempat beberapa kali melakukan serangan balasan, namun barisan gelandang Persipura, terutama Wanggai selalu unggul perebutan bola. Putusnya alur bola dari belakang ke depan menyebabkan Persija lebih bamyak tertekan. Tapi disiplin dari para pemain belakang dan gelandang, serta sesekali dibantu oleh Bepe dan Greg, membuat Persipura mulai frustasi dan sering melakukan tendangan2 dari jarak jauh.



Babak kedua, kembali lagi sesuai skenario, Persija tampil dengan formasi 4-4-2. Tony didorong jadi gelandang bertahan berdua Samsul. Sekali lagi strategi jitu. Meski penguasaan bola masih seimbang, tapi serangan kita lebih rapi dan berbahaya. Pembuktian terjadi, Greg menggiring bola dari sayap kiri ke tengah lapangan... tembakan keras dari luar kotak penalti membuat Persija unggul sementara. Permainan jadi lebih seru. Persipura mencoba membalas, namun serangan yg terlalu terburu-buru membuat gol tak kunjung datang. Greg lagi2 memberikan kontribusi positif. Meliuk-liuk melewati beberapa lawan, hingga tinggal berhadapan dengan kiper di sisi kanan gawang lawan. Bola diumpan ke Agu yg berdiri bebas.... masuk. Namun keanehan terjadi, Asisten Wasit 1 mengangkat bendera dan mengatakan klo bola Greg sudah keluar lapangan. Aneh? Kenapa bendera diangkat setelah Agu menerima umpan? Kenapa kiper lawan begitu serius menghadang Greg?



Pertandingan jadi kacau, wasit terus mengeluarkan keputusan merugikan Persija. Dalam suatu kesempatan, 2 pemain Persipura mencoba menahan laju gelandang kita.... pelanggaran.... tapi untuk Persipura ?!!!. Persis sedikit di luar kotak penalti Persija. Tendangan bebas menyusur tanah dari Boas melaju deras ke gawang Persija. Draw 1-1. Pertandingan makin memanas, apalagi hujan lemparan botol air mineral terus menerpa bangku cadangan Persija. Sapuan Nasuha menyentuh badan pemain lawan, tapi penjuru untuk Persipura. Lagi-lagi Nasuha mencoba menyapu bola tapi malah melambung liar menuju gawang Persija. Terjadi kemelut dan Boas bisa memanfaatkan situasi..... 1-2. Peluit panjang berbunyi dan Persija terpaksa menelan pil pahit tidak mampu bawa poin dari tur Papua.



Kekecewaan tampak terjadi di ruang ganti. Cacian terhadap wasit, desakan tuk protes, serta ancaman pindah ke LPI sempat keluar dari mulut2 penuh amarah. Tapi semua harus disikapi dengan tenang, keputusan sembrono malah bisa menimbulkan hasil yg lebih buruk. Gw sempat komunikasi dengan Pak Andi Darussalam dan menyatakan kecewa dengan kinerja wasit2 selama di Papua. Beliau berjanji akan menindak lanjutin hal ini. Kita liat saja nanti. Sementara pertandingan berat ini membuat beberapa pemain Persija mengalami cedera ringan. Greg engkelnya, Marjuki juga engkel ketika pemanasan. Bayemi nyeri otot paha kanan.



Di Jayapura sulit sekali bikin o2 news. Sinyal disana kecil sekali sehingga lambat kalo buka fesbuk. Daripada bengong sedih mending gw jalan keluar....lagi-lagi wisata kuliner. Kali ini bareng Bepe, Ismed dan Agus Indra. Meski baru aja mengalami kekalahan, tapi ketiga pemain ini tetap menggunakan kaos Persija untuk makan di luar. Tempat yg dipilih kali ini rumah makan makasar di pinggir laut. Karena malam hari, yg bisa diliat cuma lampu2 aje. Tapi ada yg unik. Ada beberapa penyelam tradisional yang menyelam di sekitar tempat kita makan untuk mencari ikan.



Persija pulang keesokan paginya dengan pesawat Lion. Saat transit di Makasar, 4 pemain kita : Ilham, Samsul, Agus Indra dan Roni Tri pisah tuk pulang ke kampungnya masing2. Tiba di Jakarta siang hari dan Ambriza serta Oktaf juga lanjut naek pesawat lagi menuju Pekanbaru dan Jambi. Persija memang meliburkan latihan selama 2 hari. Minggu sore tim akan gabung lagi tuk latian sore di Stadion Ciracas.



Berita menyedihkan datang dari Jakarta. Stadion Petak Sinkian, stadion tertua di Jakarta milik Klub UMS mengalami nasib sama seperti Stadion Menteng.... tergusur. Stadion yang pernah menghasilkan nama2 tenar seperti : Djamiat Dhalhar, Surya Lesmana, Warta Kusuma, Endang Tirtana, hingga Yudo Hadianto. Padahal tanggal 22 September 2006, Menpora H. Adyaksa Daud meresmikan stadion ini sebagai LAPANGAN SEPAKBOLA ABADI. Lalu akan kemana para siswa klub UMS (Union Makes Strength) akan berlatih?

Dari Bung Ferry
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Rabu, 19 Januari 2011) 19 Januari 2011 16:05

Persija merubah rute. Biasanya dari Jakarta langsung menuju Wamena. Namun dengan pertimbangan mengurangi rasa cape akibat perjalanan jauh, Persija memutuskan menginap semalam di Hotel Sentani Jayapura yg jarak tempuhnya cuma 15 menit dari bandara. Hotelnya sebetulnya lumayan bagus, namun karena bangunannya kuno, kolam renangnya butek penuh lumut, cerita2 serampun mulai bermunculan. Apalagi Leo dapat cerita dari beberapa orang klo setan di hotel ini suka menampakkan diri dengan menggunakan jas lengkap. Waduh, gw tidur sekamar sendiri lagi!!!



Apakah Wamena pantas di Liga Super? Akses masuk cepat cuma lewat udara, itupun tergantung cuaca. Kemarin karena cuaca buruk, rencana berangkat pagi jadi siang. Lucunya, check in dapat daftar pesawat pertama, tapi berangkat malah jadi pesawat kedua. Dikalahkan oleh yg punya Wamena.... John Banua. Hotel disana yang cukup baik cuma satu doang.... Baliem Vilamo, tempat Persija nginep. Lalu wasit nginep dimana dong? Kan aturannya ga boleh satu penginapan sama kedua tim? Selidik punya selidik ternyata mereka nginep di rumah John Banua, Manajer Persiwa Wamena !!!!! Satu-satunya hiburan adalah ucapan selamat datang melalui pengeras suara dalam pesawat dari pilotnya yang mengantar kita ke Wamena :........"selamat datang untuk Tim Persija dari kami, Jakmania cabang Yakuhimo....."



Apa yg jadi rebutan begitu tim tiba di Hotel Baliem Pilamo? Jawabannya : Udang selingkuh. Nama ini yg ngasi juga pemain Persija era Melky Pekei. Bentuknya aneh..... udang merah, bongkok, gemuk, tapi punya capit seperti kepiting. Makanya dianggap hasil selingkuh antara udang dengan kepiting. Rasanya sebetulnya biasa aja karena disana memang jarang ada orang yg jago masak. Selain udang, kalo sore semua juga berebut makan ubi yg disedikan hotel. Ubi ini juga disebut ubi selingkuh, karena mirip dengan tales tapi rasanya ubi. Yang aneh kenapa ga ada Pemain Persija yg selingkuh ya di Wamena?



Selama di Wamena hampir bisa dibilang tidak ada satupun anggota tim yang keluar dari hotel. Selain karena cuaca dingin dan gerimis, di Wamena sedang ramainya demo dari Organisasi Papua Merdeka. Mereka suka lewat depan hotel dan mengibarkan bendera OPM. Mereka lewat dengan jumlah puluhan orang, lari2, dan banyak yg tanpa busana, bawa senjata khas mereka panah dan tombak. Kabarnya, sebelum kita datang, ada kejadian bentrok antar mereka yg menyebabkan jatuhnya korban.



Dr Monas berhalangan untuk dampingin tim. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab, dia mengirim temannya dr Nanang untuk ikut. Karena baru, dokter ini belum paham jailnya para pemain. Ketika nunggu lama di bandara, tanpa sadar hape dr Nanang jatuh. Hendro yg liat bukannya balikin malah ngumpetin. Selama perjalanan menuju Wamena dr Nanang bingung setengah mati karena harus menghubungi atasannya di Jakarta. Anehnya ketika tiba di Wamena, dr Nanang disambut oleh hapenya sendiri ! Salam kenal dok. Sekedar kalian tau, 2 pemain yg paling jail di tim adalah Makor dan Ambrizal.



Aturan yg aneh. Udah kita maen diketinggian yg ga lazim di Indonesia, eh disuruh maen malem pula. Kita sulit protes karena tehnikal miting diadakan sehari sebelumnya. Ketika kita coba lapangan sore harinya, mereka masih belum kasi tau maen malem apa sore. Persija juga ga bisa pake kaos kebesarannya warna oren karena kiper Wamena menggunakan kaos oren juga. Waktu ditanya kostum kiper cadangan, mereka bilang warna hitam mirip dengan kostum pemain yg hijau hitam dan lengan panjang warna hitam. Tapi ketika tanding, mereka tampil hijau hitam tanpa lengan panjang yg berwarna hitam!!!



Coach Rahmad harus melakukan rotasi pemain untuk 2 pertandingan berat di Papua. Melawan Wamena, Persija menurunkan formasi : Hendro, Amarzukih, Precious, Ambrizal, Nasuha, Samsul/Agus Indra, Makor, Ilham/Oktav, Greg, Agu/Ali, Bepe. Wasit yg pimpin adalah langganan tetap Wamena.... Najamudin dari Makassar. Main jam 19.00 WIT (17.00 WIB), gerimis hampir di sepanjang pertandingan, suhu 22 derajat Celcius. Beberapa pemain Persija menggunakan kaos dalam ketat bertangan panjang.



Bukan mengada-ngada klo gw bilang Persija bermain bagus. Penguasaan bola unggul, apalagi di babak kedua. Beberapa peluang tercipta. Tendangan keras Makor sempat diblok kiper, sayang tidak ada satupun pemain kita yg siap di kotak penalti untuk menyambut bola pantul. Gol Ilham dianulir. Menurut penglihatan gw dari bench, memang offside. Tapi penonton di tribun terpecah 2 pendapat. Agu punya peluang terbesar, tinggal berhadapan dengan kiper, tapi sayang bola masih dikontrol lagi sehingga keburu diserobot kiper. Di kesempatan lain, Agu juga sempat menyisir lewat sisi kanan mengecoh beberapa pemain, sayang umpan ke kotak penalti tidak ada teman yg ada disana dan menyambut bola. Gol Persiwa tercipta lewat tendangan penjuru. Terjadi kemelut di depan gawang, Ambrizal terjatuh setelah beradu badan dengan lawan, sementara Hendro didorong hingga jatuh. Boakay dengan mudah cetak gol. Protes Bepe dkk dijawab......"ga liat?"



Babak kedua Persija tampil lebih berani. Penonton cukup sportif dan mendukung yg bermain baik. Dalam satu kesempatan, Greg meliuk-liuk melewati lawan, namun sekali lagi tidak ada satupun pemain Persija yg berada di kotak penalti tuk menyambut umpan Greg. Kejadian di babak pertama juga terulang ketika Makor melepas tembakan keras jarak jauh. Bola mental di blok kiper tanpa ada satupun pemain Persija siap menyambut. Makor juga terkena kartu kuning aneh. Melewati 2 orang pemain, Firly (Persiwa) datang melakukan tackle yg lebih mirip injakan. Makor melompat menghindar, tapi begitu bangun wasit sudah meniup peluit dan Makor dapat kartu karena dianggap diving!!! Kartu kuning lain diterima Sasa Ceviv  (Persiwa) yg juga melakukan tackle keras terhadap Greg. Serangan Persiwa dibangun Boakay, mencoba melewati Marjuki namun karena sulit bola disodor ke Isac Konon yg lari dari belakang. Marjuki berusaha mengejar namun tiba2 tersungkur dipukul oleh Boakay. Sayang, pemain Persija terpaku menganggap itu pelanggaran, sehingga Ferdinand dengan leluasa menyambut umpan Isac dengan tendangan keras ke gawang Hendro.



Para pemain Persija tetap jadi idola di Wamena. Selesai pertandingan mereka berlomba-lomba minta foto dengan para pemain kita. Paling jadi incaran adalah Syamsul, Nasuha, Greg dan tentu saja Bepe. Mulai dari anak kecil hingga ibu2 ikut rebutan sehingga kadang petugas keamanan harus bertindak keras menjurus kasar! Brapa kali gw liat petugas nonjok anak2 muda yg coba merangsek menembus barisan penjagaan. Kasian juga gw liatnya karena kesempatan ini kan sangat langka bagi mereka. Beberapa dari mereka cukup pintar tuk memburu pemain Persija hingga hotel yg cuma 10 menit dari stadion.

Dari Bung Ferry
Posted by Ahmad Izzinnahdi
o2 News (Sabtu, 15 Januari 2011)
15 Januari 2011 2:19

Persija U18 gagal lolos ke babak berikutnya. Dalam turnamen kecil yg diikuti 3 kesebelasan : Persija, VIlla 2000 dan tuan rumah Persis Solo, Persija mengalami kekalahan 0-3 melawan Villa 2000 dan seri 0-0 dengan Persis Solo. Keluar sebagai juara adalah tuan rumah Persis Solo yg berhasil mengalahkan Villa 2000 dengan skor tipis 1-0. Baik tim Persis Solo maupun Villa 2000 lolos ke babak berikutnya Piala Suratin. Meski timnya gagal, Dolly Gultom gelandang Persija U18 tetap terpilih untuk dikirim ke Uruguay. Prestasi yang membanggakan, semoga Persija bisa menghasilkan generasi2 berikutnya yg bisa diandalkan.



Kemenangan melawan Arema betul2 menyenangkan hati Manajer Persija Harianto Badjoeri. Ketika ada sebagian pemain yg minta voucher masuk Ancol, beliau malah minta gw bawa mereka makan siang di Bandar jakarta, restoran di pinggir danau di Ancol. Aliyudin, Leo dan Ismed masing2 membawa keluarganya. Selesai makan siang, rombongan kecil ini langsung berangkat ke Gelanggang Samudra. Sayang acara ini tidak dihadiri oleh Bapak Harianto Bajoeri sendiri yang masih mengikuti seminar di Hotel Borobudur. Selesai dari Ancol, kita rame2 nyatronin rumah Pelatih Rahmad Darmawan di wilayah Tangerang. Hehehe, makan malam enak disana bareng Keluarga Coach Rahmad. Selain rombongan Ancol, hadir juga M. Nasuha beserta keluarganya.



Bang Yos mantu. Reni Sutiyoso versus Dimas. Acara perkawinan diselenggarakan Selasa kemarin di Hotel Mulia Senayan. Tim Persija juga hadir disana, selain karena kedekatan emosional dengan Bang Yos, Pa Bajoeri dan Bepe juga terlibat menjadi panitia. Perkawinan ini meriah dan banyak dihadiri tokoh2 Nasional. Hadir juga 2 orang mantan Manajer Persija, Aang Hamid Suganda dan Darmawan Edi. Popularitas Bepe masih tetap tinggi terbukti dengan banyaknya tamu undangan yang minta foto bareng dengannya. Mempelai pria Dimas, sebetulnya bukan orang lain bagi the Jakmania. Dia sudah aktif mendukung Persija sejak jaman Menteng dulu.



Persija tampil di Senayan itu mah biasa. Tapi kali ini Persija akan tampil di acara Wara Wiri. Pada hari Rabu kemarin, suasana latihan Persija memang agak berbeda. Dimulai lebih awal pukul 13.30 dengan melibatkan 13 orang pemain Persija, Komeng dan Adul ikut sibuk mengolah bola dan berlatih fisik. Adapun anggota tim Persija yang ikut dalam kegiatan ini adalah : Pelatih Rahmad Darmawan, Hendro Kartiko, Bambang Pamungkas, Ismed Sofyan, Leo Saputra, Ambrizal, Greg Nwokolo, Aliyudin, M. Nasuha, Oktavianus, M. Ilham, Tony Sucipto, Samsul Chaerudin, dan Amarzukih. Rencana acara ini akan ditayangkan 2 minggu kemudian.



Korwil Tanjung Duren akhirnya mendapatkan Pemimpin baru. Aples terpilih lewat pemilihan korwil pada hari Kamis kemarin. Dia unggul tipis atas Frankie Daniel korwil yg lama. Dalam suasana pemilihan yang sangat kekeluargaan, muncul lagi muka-muka lama di wilayah tersebut. Selain hadir 6 subkorwil Tanjung Duren, hadir juga Ketua Umum the Jakmania Ayah Rico, Ketua 3 Bang Suryadi, dan Korlap Joy. Bertindak sebagai moderator adalah Bang Agung Oren Barat Ketua Jakonline dan Jakantor yang juga berdomisili di Tanjung Duren. Moga regenerasi ini bisa membawa Tanjung Duren kembali eksis seperti dulu, terutama yang paling gw rasakan adalah partai tandang dimana Tanjung Duren termasuk korwil yang banyak mengirimkan anggotanya. Selamat !



Persija harus melakoni tur paling melelahkan.... Papua. Tgl 15 dengan menggunakan pesawat Lion Air, Persija akan bertolak pukul 05.00 pagi hari (berarti jam 3 pagi dari Mes Ragunan). Diperkirakan tiba di Makasar jam 9.00, berangkat lagi 9.30 menuju Jayapura. Tiba di Jayapura pukul 13.30 dan kita putuskan tuk menginap dulu di Hotel Sentani Jayapura untuk mengurangi kelelahan. Esok paginya pukul 08.00 tim akan bertolak ke Wamena menempuh perjalanan kurang lebih 45 menit. Rencana sore harinya Persija akan uji lapangan. Selama di Wamena Persija menginap di Hotel Baliem Bilamo.



Hanya 3 pemain Persija yang ditinggal. Hasyim Kipuw dan Nana sedang menjalani seleksi Tim Nasional u23 yang dipersiapkan untuk Sea Games. Sedangkan satu lagi pemain junior Sigit. Pelatih Kiper Sugianto turut mendampingi tim bergantian dengan Haryono yg tidak bisa berangkat karena ada pernikahan keluarga. Dengan demikitan total rombongan yang berangkat berjumlah 31 orang terdiri dari 20 pemain dan 11 orang official.



Persija u21 berlatih seadanya. Meski sudah memiliki duet pelatih dan pemain yang lengkap serta perlengkapan atribut tanding & latihan dari League, namun jadwal latihan Persija Junior ini masih tergantung dengan jadwal pemakaian lapangan banteng. Seperti sudah diketahui, Lapangan Banteng selama ini selalu digunakan untuk kompetisi klub2 internal Persija. Biasanya Persija U21 berlatih siang hari sekitar jam 2. Namun ketika jadwal kompetisi padat, maka tim ini terpaksa meliburkan diri. Sebetulnya bila koordinasi dilakukan dengan pihak pengelola Ragunan, tim ini bisa saja berlatih di Ragunan yang sebelumnya menjadi tempat latihan Persija Senior. Alternatif lain dengan menggunakan Stadion Ciracas kabarnya terbentur dana. Padahal jadwal sudah di depan mata. Tanggal 29 Januari nanti, sebelum pertandingan Persija vs Persijap Jepara di Senayan, Tim Persija U21 akan berhadapan dengan Tim Persib Bandung U21.



LPI terus menebar godaan. Setelah Greg Nwokolo yang dikontak diam2, Bepe dan Hendro pun mendapat tawaran yang sama. Anehnya yg menghubungi bukan klub yg bersangkutan melainkan Pengelola LPI langsung. Mereka menawarkan kontrak jangka panjang dengan nilai yg cukup menggiurkan. Sejauh ini ketiga pemain Persija tsb tetap menyatakan loyalitasnya pada kesepakatan kerja dengan Persija. Keterlambatan gaji di klub2 ISL memang membuat pihak LPI terus merayu pemain dengan iming2 materi. LPI jelas membutuhkan pemain2 bintang berkualitas mengingat kompetisi mereka hanya diikuti oleh pemain2 yang sudah melewati masa emasnya.



Dari 40 pendiri the Jakmania, Temmy menjadi satu-satunya yang wanita. Cucu dari tokoh betawi H. Naim di Cipete ini betul-betul tahan uji. Selain jadi satu-satunya Jak Angel saat itu, Mba Temmy juga jadi orang yg paling rajin di Sekretariat. Hampir setiap hari Mba Temmy setia menunggui sekretariat the Jakmania di Menteng untuk menerima pendaftaran anggota. Sekarang Mba Temmy sudah berkeluarga, jadi ibu rumah tangga sekaligus bekerja. Namun di tengah kesibukan pribadinya, Mba Temmy tetap setia menyaksikan Persija dengan hadir langsung di Stadion Utama Senayan bersama dengan para pendiri lainnya. Moga semangat Mba Temmy ini bisa diikuti oleh para Jak Angel lainnya.....

Dari Bung Ferry
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Senin, 10 Januari 2011) 10 Januari 2011 6:38

Persiapan Persija menghadapi big match melawan Arema sebetulnya punya kendala non tehnis. Pelatih memang konsisten menjalankan program latihannya, Pemain juga tetap semangat mengikuti semua instruksi Pelatih. Namun, mungkin sebagian besar orang oren juga tau kalo tim ini belum gajian selama 3 bulan. Bayangin, sejak bulan oktober hingga menjelang pertandingan, mereka tidak menerima gaji. Celakanya lagi kompetisi sempat dihentikan untuk TImnas sehingga anggota tim tidak juga bisa berharap lewat bonus pertandingan. Belum lagi rongrongan berita tentang LPI yang konon tidak akan mengalami keterlambatan gaji karena dikelola secara profesional. Statement dari Gubernur DKI Pak Fauzi Bowo alias Bang Foke yang mendukung keberadaan LPI tentunya sedikit banyak akan mengganggu konsentrasi pemain.



Beruntung, ya sekali lagi hari Minggu tgl 9 Januari itu memang jatuh beberapa keberuntungan. Yg pertama kabar gembira dari Manajer Bapak Harianto Bajoeri yg kasi kabar kalo habis pertandingan, gaji bulan Oktober sudah bisa diterima ... cash ! Berita gembira ini langsung gw sampein ke Pelatih Kepala Rahmad Darmawan dan Sang Kapten Bambang Pamungkas. Apalagi Pak HB sendiri juga berkenan nyambut pemain ketika tiba di Stadion Utama Senayan. Dalam ruang ganti juga beliau sendiri yg menyampaikan berita baik ini.



Kehadiran Bang Foke di pertandingan juga menjadi keberuntungan berikutnya. Beberapa jam sebelum pertandingan, gw sempat mohon beliau tuk hadir dan alhamdulillah beliau berkenan meski hanya tuk babak 1 saja. Kesempatan ini langsung gw manfaatin tuk ngajak beliau ke ruang ganti pemain sehabis babak pertama selesai. Dengan didampingi oleh Walikota Jakarta Pusat Bapak Saefullah dan Ketua Pengcab Jakarta Pusat Pa Muhayat, Bang Foke dengan tegas mensuport tim Persija dan menyatakan bangganya akan perjuangan pemain. Statement ini jelas membuktikan kalo beliau tetap berkomitmen tuk mendukung Tim Persija. Konsep LPI memang menarik hatinya, tapi apapun keputusan Tim Persija, beliau akan terus mendukung.



Hari itu seluruh pemain bermain ngotot. Sikap ga mau kalah tampak jelas tercermin di wajah mereka. Lihat bagaimana sepanjang pertandingan seorang Ridwan yg terkenal sangat berbahaya, mati kutu dihadang Leo Saputra. Liat bagaimana Njanka tampak marah2 dan seringkali naek bantu menyerang, melihat serangan Arema selalu putus di tengah jalan. Liat juga bagaimana Kurnia Mega harus jatuh bangun tuk mengamankan gawangya dari serbuan gencar Macan Kemayoran. Persija memang tidak menurunkan Nasuha dan Bepe yang baru kembali dari Timnas. Pelatih lebih mempercayakan posisi itu pada Leo dan Aliyudin/Agu. Bayemi yg baru kembali malam minggu, tidak dipasang mengingat kondisinya belum optimal. Makor tak bisa tampil akibat akumulasi kartu. Beberapa pemain juga ada yg mengikuti seleksi Timnas U23. Tapi semua itu tidak mengurangi optimisme dalam tim ini. Mereka semua punya rasa percaya diri yang cukup tinggi dan tidak ada yg merasa menjadi pemain cadangan.



Arema tidak tampil buruk, bahkan sesekali mengacam gawang Persija. Partai ini menjadi seru, seimbang dan cukup enak dilihat. Gol pertama Persija hasil kerjasama apik Agu dan Greg. Gol kedua adalah aksi individu Agu Casmir yg melewati beberapa pemain Arema. Agu sepanjang pertandingan betul2 bermain untuk tim. Rajin turun membantu pertahanan dan cepat naik menambah tajamnya serangan. Sayang, dalam suatu kesempatan dia lalai melihat Chamelo yg datang dari belakang tuk menyundul bola.... masuk. Masuknya Bepe dan Nasuha mampu menjaga irama permainan Persija. Peluang memang banyak dihasilkan, namun kesigapan Kurnia Mega dan kurang tenangnya barisan depan membuat Arema cuma kebobolan 2 gol sepanjang pertandingan.



Persija akan melakoni pertandingan berikutnya lewat Tur Papua. Tgl 15 dini hari, tim akan berangkat menuju Jayapura untuk menginap semalam disana. Keesokan harinya baru berangkat menuju Wamena untuk coba lapangan dan tanding tgl 17 lawan Persiwa Wamena. Tgl 18 kembali ke Jayapura tuk bersiap tanding tgl 20 Januari melawan Persipura Jayapura.



Kinerja panpel Persija tetap belum ada perbaikan. Stadion Senayan kemarin seperti pasar, baik the Jakmania maupun Aremania rame2 turun ke lapangan pasang spanduk, jalan2 dan foto2 seenaknya. Selesai pertandingan juga di depan kamar ganti berduyun-duyun manusia2 tak tau aturan yg menunggu para pemain persija tuk foto dan tanda tangan. Setelah Korlap dateng baru suasana bisa terkendali. Tapi apa tindakan para Panpel? Mereka malah masukin anggota keluarganya sendiri. Keamanan yg ditunjuk juga lebih banyak nonton karena ga punya ketegasan tuk ngusir. Benar2 TIDAK PROFESIONAL.



Pihak League juga sempat melakukan protes karena 2 aboard mereka yg harusnya terpampang ternyata tidak ada. Setelah gw pertanyakan ke panpel, ternyata Ketua Umum Persija Toni Tobias tidak berkenan membayar segala biaya pemasangan Aboard League. Kebijakan aneh! Selama ini Tim Persija tidak pernah mendapatkan pemasukan dari hasil penjualan tiket. Konsekwensinya, Tim juga tidak dibebani sepeserpun mengenai penyelenggaraan pertandingan. Pihak League yg sudah mensuplai segala kebutuhan perlengkapan Persija Senior maupun Junior jelas meradang, meski akhirnya mereka berterima kasih karena menjelang pertandingan kedua aboard itu terpampang di salah satu sudut lapangan.



Acara "walk the talk" batal melakukan shooting kemarin. Jason, host acara tsb ternyata harus kembali ke negaranya di USA tuk urusan pribadi yg tidak bisa ditinggalkan. Namun pengelola acara tsb tetap berniat melakukan shoot di tengah pertandingan Persija tuk mendapatkan atmosfir yg sebenarnya. Rencana mereka akan melakukan koordinasi di bulan Maret yang akan datang pada putaran 2.



Kali Malang akhirnya berhasil melakukan regenerasi di susunan pengurusnya. Komeng alias Komar, terpilih secara musyawarah sebagai Korwil the Jakmania Kali Malang yg baru. Dari semua subkorwil yang hadir, mereka sepakat tuk memilih Komeng melihat loyalitas dan kinerjanya selama ini. Bang Komeng adalah adik kandung dari Korwil sebelumnya, Bang Suryadi. Pergantian ini dilakukan karena Bang Suryadi menurut rencana akan diangkat sebagai Ketua 3 di Kepengurusan Pusat. Sesuai aturan, tidak ada satupun pengurus yang boleh merangkap jabatan. Acara pemilihan ini dipandu langsung oleh Ketua Umum the Jakmania Ayah Rico. Kali Malang bersama Kemayoran merupakan 2 korwil paling awal terbentuk di organisasi the Jakmania. Selama 13 tahun ini, Kali Malang termasuk korwil yang paling eksis. Ketua Umum the Jakmania Ayah Rico awalnya juga berasal dari Kali Malang.

Dari Bung Ferry
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Rabu, 5 Januari 2011) 05 Januari 2011 5:44

o2 News (Rabu, 5 Januari 2011)
05 Januari 2011 5:44

Grand Melia, Senin 3 Januari kemarin menjadi tempat pertemuan 15 klub yang masih tetap loyal dan konsisten mengikuti  Liga Super Indonesia. Mundurnya PSM, Persema dan Persibo melalui Surat Pengunduran mereka dengan alasan kesulitan finansial, tidak mematahkan semangat peserta lainnya. Dalam sebuah pertemuan bersama-sama dengan Togar Manahan Nero, Joko Driyono, Andi Darussalam Tabusala dan Subardi, dicapai beberapa kesepakatan sebagai berikut :



   1. BLI memberikan tenggat waktu bagi ketiga Klub yang mengundurkan diri dari Kompetisi Djarum ISL 2010/2011 (Persema, Persibo dan PSM) sampai tgl 6 Januari 2011 untuk memberikan konfirmasi definitif atas keputusan penguduran diri mereka. Jika sampai waktu yang telah ditetapkan, mereka tidak memberikan konfirmasi atau mereka memberikan konfirmasi kepastian pengunduran diri mereka maka ketiga Klub tsb dianggap telah secara resmi mengudurkan diri dari keikutsertaannya di Kompetisi Djarum ISL 2010/2011;
   2. Terhadap konfirmasi pengunduran diri mereka dan diterima oleh PSSI, maka ketiga Klub tsb akan menerima sanksi sebagaimana diatur dalam Pasar 27 ayat 5 Manual B tentang Peraturan Pertandingan Khusus Indonesia Super League 2010/2011 sbb : a). Diskualifikasi dari Kompetisi Djarum ISL 2010/2011, b) Degradasi ke Divisi Utama Liga Indonesia musim 2011/2012; c) Mengembalikan seluruh kontribusi yg telah diterima oleh ketiga Klub tsb kepada BLI; d) Sanksi lain dari Badan Peradilan PSSI.
   3. Apabila Persema, Persibo dan PSM telah definitif terkait mengundurkan diri dari keikutsertaannya di Kompetisi Djarum ISL 2010/2011, maka ditetapkan sbb : a) Menghapus seluruh nilai yg didapat dan gol yg tercipta pada saat pertandingan yg melibatkan ketiga Klub sesuai dengan Peraturan Umum Pertandingan PSSI; b) Menghapus Kartu Kuning dan Kartu Merah yg diperoleh pada saat pertandingan yg melibatkan ketiga Klub tsb dan hukumannya belum diimplementasikan. Namun jika hukumannya sudah diimplementasikan maka Kartu Kuning dan kartu Merahnya tetap dihitung; c) Terkait Pemain dari ketiga klub tsb yg menginginkan tetap bermain di Kompetisi yg dikelola PSSI c.w. BLI maka BLI akan membuka Transfer Window Khusus untuk menyalurkan Pemain tsb ke Klub Peserta Djarum ISL 2010/2011 maupun Liga Ti-Phone 2010/2011; d) BLI membuka diri atas klaim yg diajukan oleh Klub yg dirugikan atas pengunduran diri ketiga Klub tsb dan dilakukan penghitungan yg rasional sesuai standar umum yg berlaku; e) Ketiga Klub yg mengundurkan diri tsb secara otomatis terdegradasi, sedangkan urutan ke-15 pada Klasemen Akhir Kompetisi Djarum ISL 2010/2011 akan melakukan pertandingan Play-off dengan Klub peringkat-4 Klasemen Akhir Kompetisi Liga TI-Phone 2010/2011; f) Jika diperlukan, BLI akan menyusun ulang jadwal pertandingan Djarum ISL 2010/2011 baik sebagian maupun secara keseluruhan dalam waktu dekat; g) BLI akan melakukan penghitungan ulang terhadap nilai yg didapat oleh tiap-tiap Klub dalam penetapan klasemen sementara Kompetisi Djarum ISL 2010/2011 pada tgl 7 Januari 2010.
   4. Menetapkan untuk mencabut (sementara) seluruh jadwal pertandingan di Kompetisi Djarum ISL 2010/2011 yg melibatkan ketiga Klub tsb sampei didapatkannya konfirmasi resmi terkait pengunduran diri mereka.
   5. Implikasi lain yg ditimbulkan atas pengunduran diri ketiga Klub tsb terhadap Kompetisi U-21 ISL 2010/2011 adalah re-grouping dengan menempatkan Pelita Jaya FC yg semula berada di Grup 1 dipindah ke Grup II untuk mendapatkan jumlah yg sama pada tiap Grupnya menjadi 5 klub.

Pembagian Grup Kompetis U-21 ISL 2010/2011 ditentukan sbb :

Grup 1 : Sriwijaya FC, Persib Bandung, PSPS Pekanbaru, Persija Jakarta, PS Semen Padang

Grup 2 : Pelita Jaya FC, Persijap Jepara, Persela Lamongan, Deltras Sidoarjo, Arema Malang

Grup 3 : Bontang FC, Persisam Samarinda, Persiba Balikpapan, Persiwa Wamena, Persipura Jayapura



Dalam Draft Jadwal Pertandingan Kompetisi U-21 ISL 2010/2011, Persija harus melakoni pertandingan2 :

Rabu, 12 Januari 2011 : Persija Jakarta vs PSPS Pekanbaru

Sabtu, 29 Januari 2011 : Persija Jakarta vs Semen Padang

                                            (tanding di Senayan sebelum partai senior Persija vs Persijap Jepara)

Minggu, 6 Februari 2011 : Persib Bandung vs Persija Jakarta

Rabu, 9 Februari 2011 : Sriwijaya FC vs Persija Jakarta

Sabtu, 5 Maret 2011 : Persija Jakarta vs Sriwijaya FC

                                        (tanding di Senayan sebelum partai senior Persija vs Persiba Balikpapan)

Rabu, 9 Maret 2011 : Persija Jakarta vs Persib Bandung

Senin, 21 Maret 2011 : Semen Padang vs Persija Jakarta

Kamis, 31 Maret 2011 : PSPS Pekanbaru vs Persija Jakarta



Dalam rangka pembentukan Tim Nasional Pra Olimpiade dan SEA Games, Badan Tim Nasional Indonesia akan melaksanakan seleksi pemian yang akan diadakan pada tanggal 7-9 Januari 2011 (seleksi pertama) dan 11-13 Januari 2011 (seleksi kedua) serta seleksi ketiga tanggal 15-17 Januari 2011. Dalam seleksi pertama, 5 pemain Persija mendapatkan kesempatan, yakni : Andritani Ardhiyasa, Wirya Kusmandra, Lifki Suteja, Ramdani Lestaluhu, dan Sigit Hermawan. Sedangkan untuk seleksi ketiga, ada 2 nama pemain Persija yang mendapat kesempatan yaitu : A. A. Wahyu Hangoro Putra (Nanak) dan Hasyim Kipuw.



Manajemen Persija terpaksa mengambil tindakan tegas pada ketiga pemain yg mangkir dari latian dan memutuskan kontrak secara sepihak. Lifky, Wirya dan Sansan hingga kini sudah tidak mengikuti latihan bersama Persija. Isunya, mereka sudah bersama-sama dengan mantan Manajernya di Persija U21, Sdr Donny di bilangan CIlandak untuk bergabung dengan salah satu peserta Liga Premir Indonesia, Jakarta 1928 FC. Apabila ketiga pemain itu tetap mangkir hingga 2 minggu kedepan, maka Persija terpaksa melakukan tindakan yg disesuaikan dengan aturan main yang ada. Surat teguran dikirimkan kepada ketiga pemain tsb dengan tembusan ke BLI, PSSI dan Pemda DKI. Apabila skorsing sudah dijatuhkan, maka ketiga pemain tsb akan kehilangan kesempatan tuk bergabung dengan Tim Nasional Pra Olimpiade dan SEA Games yang akan datang.



Prestasi Muhammad Nasuha di Tim Nasional memang sangat membanggakan dan berimbas hingga sekarang. Sebagai bentuk kebanggaan terhadap pemain tsb, Pemda Provinsi Banten berniat memberikan penghargaan khusus pada Nasuha yang akan dilaksanakan hari Rabu ini pukul 10.30 di Pendopo Gubernur Banten. Selain itu, beberpa infotainment juga sudah menyatakan niatnya tuk melakukan wawancara dengan pemain yang bersangkutan. Ternyata masuknya Nasuha ke Persija membawa keberuntungan baginya.



Untuk memberikan kesempatan para pemain Tim Nasional mendapatkan istirahat yang cukup selepas Piala AFF, maka partai Bontang FC vs Persija tanggal 2 Januari 2011 dan Persisam Samarinda vs Persija tanggal 6 Januari mengalami pengunduran menjadi tanggal 10 dan 13 Februari. Pengunduran tsb berimbas pada Persija berupa kerugian materi karena melakukan pembatalan secara mendadak tiket pesawat terbang ke Bontang yang sudah dipesan. Beruntung BLI siap menanggung beban tsb sebagai bentuk tanggung jawab atas perubahan jadwal yg cukup mendadak ini.



Bayemi, satu-satunya pemain Persija yang belum bergabung latihan akibat kendala Kitas di negaranya, akhirnya bertolak ke Jakarta kemarin. Diperkirakan hari Sabtu besok Bayemi sudah bisa bergabung dengan rekan-rekannya berlatih di Jakarta. Pengurusan surat-surat para pemain asing dari Afrika memang mengalami perubahan aturan. Akibat sosialisasi yang kurang, beberapa pemain asing dari Afrika yang bermain di Liga Super Indonesia banyak yang tertahan disana. Turun tangannya pengurus PSSI sangat membantu dalam hal ini.



Turnamen Piala Walikota Jakarta Pusat berakhir sudah. Dalam final yang berlangsung Sabtu tgl 26 Desember 2010, Tim RPM keluar seebagai Juara setelah mengalahkan PS Setia dengan skor tipis 1-0. Tampil sebagai juara ketiga adalah Atamora FC yg mengalahkan Gumarang dengan skor 2-0. Turnamen yang dilaksanakan dengan sistem gugur di lapangan Banteng Jakarta Pusat ini diselenggarakan tuk menggairahkan kompetisi internal Persija Jakarta. Turnamen yang diikuti oleh 25 tim yang tergabung sebagai anggota Persija Jakarta Pusat telah berlangsung sejak tanggal 4 Desember lalu.



Acara 'Walk the Talk' yang ditayangkan di Stasiun TV One, berniat melakukan liputan seputar Persija Jakarta. Dalam pertandingan home Persija melawan Arema mereka berniat melakukan liputan tentang persiapan para pemain Persija dalam latihan, persiapan the Jakmania Cipinang dalam memberikan dukungan ke Persija, dan liputan terhadap Sekolah Sepakbola Arcici di Rawasari. Acara ini akan dipandu oleh Jason sebagai host yang akan melakukan wawancara dengan beberapa pemain Persija, the Jakmania serta siswa SSB Arcici. Uniknya seluruh wawancara akan dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris.
Posted by Ahmad Izzinnahdi

o2 News (Sabtu, 25 Desember 2010) 25 Desember 2010 13:54

o2 News (Sabtu, 25 Desember 2010)
25 Desember 2010 13:54

Persija menang lagi. Kali ini Persiba Balikpapan yang jadi korban, digulung dengan skor telak 3-0. Ketiga gol dicetak oleh Oliver Makor, Agu Casmir dan Aliyudin. Sebetulnya kemenangan ini seperti mengulang partai di Senayan sebelumnya. Tapi partai ini bikin hati gw seneng banget liat permainan anak-anak. Sebelum pertandingan, Coach Rahmad Darmawan sudah mengingatkan semua pemain tuk tidak memeberikan kesempatan pada Persiba mengembangkan permainan mereka. Untuk itu kedua gelandang sayap Ilham dan Oktav diminta melakukan tekanan pada kedua bek mereka. Terbukti strategi ini berhasil, kedua bek mereka tidak mampu naik ke depan tuk membantu serangan.



Persija memakai formasi 4-2-3-1 dan menurunkan pemain sbb : Hendro, Ismed, Precious, Ambrizal, Leo, Syamsul, Makor, Ilham, Oktav, Agu dan Greg. Baru 30 detik pertandingan berjalan, Makor sudah mencetak gol dari luar kotak penalti. Diawali dengan penguasaan bola di tengah, melewati satu dua pemain, kemudian melepaskan tendangan keras di antara para pemain mereka. Gol ini membuat Persiba terhentak dan berusaha melakukan pembalasan. Sayang aksi gigih dari Robertino kurang ditunjang kawan-kawannya. Aldo Bareto frustasi di depan karena jarang dapat bola, kalaupun dapat Aldo pasti mendapatkan tekanan dari Precious, Ambrizal atau Syamsul. Miroslav Dudic juga marah2 terus di lini belakang Persiba. Dia merasakan fisiknya benar-benar diuji untuk menghalau kecepatan Ilham, Oktav maupun Greg.



Persija seharusnya mendapatkan hadiah penalti di babak pertama. Sebuah aksi individu dari Oktav berhasil masuk ke kotak penalti namun Bachtiar melakukan sliding keras menjatuhkan oktav. Sayang wasit menganggap bukan pelanggaran. Coach RD sangat marah melihat ini dan bereaksi keras. Tapi pemain kita memang lagi maen kesetanan. Hampir sepanjang pertandingan bola dikuasai Persija. Beberapa peluang kurang bisa dimanfaatkan para pemain depan kita. Namun secara keseluruhan pemain bermain disiplin dalam bertahan dan menyerang.



Babak kedua terjadi beberapa kali pergantian..... Leo diganti Amarzukih, Oktav oleh Ali, Ambrizal/Nanak, Ismed/Hasyim, Ilham/Ramdani, Makor/Agus, Greg/Sigit. Permainan tetap dikuasai Persija. Greg melakukan aksi individu di kiri gawang lawan, umpan matang diberikan ke Agu yang ditempel ketat lawan. Sambil menjatuhkan diri Agu melesatkan tembakan keras tanpa tersentuh kiper. Di babak kedua ini sebetulnya kita juga mendapat satu penalti ketika Greg dijatuhkan dari belakang. Namun lagi-lagi wasit mengabaikan. Setelah beberapa peluang emas gagal dimanfaatkan, akhirnya umpan lambung Ramdani berhasil dimanfaatkan Aliyudin melengkapi kemenangan Persija.



Dalam pertandingan kali ini, Persija mendapat dukungan dari beberapa simpatisan oren disana. Rata-rata memang orang asli Tarakan yang suka sama Persija. Baju yang mereka kenakan berasal dari kiriman keluarganya di Jakarta. 2 diantara mereka datang ke hotel bernama Fadli dan Indra. Keduanya tertarik dengan Persija karena permainan Persija enak dilihat. Selain mereka ada juga Dhika mantan Jak Bintaro pimpinan Bang Wahyudin. Dhika sudah 4 bulan kerja di Dinas Pajak Tarakan.



Jadi pemain Persija memang banyak untungnya. Selain lebih tersorot media, peluang ke timnas besar, juga banyak sponsor yang menghampiri. Hendro Kartiko termasuk salah satu yang beruntung. Menghadapi Final Piala AFF, pihak Suzuki berencana mengadakan lomba Suzuki Penalti Kick. Pesertanya adalah para pelanggan Suzuki. Mereka diberi kesempatan tuk melakukan tendangan penalti yang dijaga oleh Hendro Kartiko. Pemenangnya akan mendapatkan hadiah sebuah mobil Suzuki SX4, Suzuki Splash dan 2 unit motor Susuki Smash Titan.



Eric Arsene Bayemi Maemble masih mengalami kesulitan untuk kembali ke Jakarta. Upaya terakhir Persija yang sangat dibantu oleh agennya Jules Onana adalah mengajukan permohonan ke Sekjen PSSI Bapak Nugraha Besus untuk membuat surat Pembaharuan TA-01 sebagai syarat baru aturan pemain asing dari Afrika. Bayemi sendiri sudah kesal dengan kondisi ini dan ga sabar tuk kembali ke Persija. Selain Bayemi, ada beberapa pemain asing lain yang terhambat disana, Diantaranya adalah mantan idola the Jakmania yang sekarang bermain di Persema Malang.... Abanda Herman.



Tim Persija u21 akhirnya mendapatkan kembali Pelatih baru. Setelah ditinggal Peri Sandria yang hanya kurang dari sebulan melatih, Toni Tobias sebagai Ketua Umum telah menetapkan Simson Rumahpasal dan Berti Tutuarima sebagai Pelatih dan Asisten Pelatih. Keduanya mantan pemain Persija. Simson dulu berposisi di bek kanan pada generasi Iswadi Idris dkk. Sedangkan Berti pernah bermain sebagai libero di era Kamarudin Betay dkk.



Ultah the Jakmania kali ini dirayakan secara sederhana. Pada hari Sabtu 18 Desember kemarin, Ayah rico menggelar acara pengajian dengan penceramah Kyai Haji Jenggot Naga. Acara kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menunggu detik-detik pergantian tanggal. Hadir beberapa suporter tamu seperti Macz Man, Snex, dll. Untuk pertama kali juga para pendiri the Jakmania hadir dalam jumlah cukup banyak. Itu sebagai bentuk dukungan pada Ayah Rico yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum the Jakmania yang baru untuk periode 2011-2012. Tepat pergantian tanggal dilakukan acara pemotongan kue ulang tahun. Selamat buat Ayah Rico dan the Jakmania. Semoga Ayah Rico bisa mengembalikan pamor the Jakmania sebagai suporter yang sportif, kreatif dan inovatif.



Lagu Garuda Di Dadaku mendadak jadi pembicaraan hangat. Lagu yang menjadi lagu wajib setiap timnas tampil dianggap menjadi penambah motivasi bagi pemain timnas. Lagu itu memang gw yang gubah. Berasal dari lagu Apuse tanah Papua yang gw ganti kata-katanya. Waktu itu lagu Ayo Arema kan diambil dari lagu Chile, sementara Ayo Macan Kemayoran gw ambil dari lagu Boney M grup musik Jerman. Nah gw pengen ada lagu yang berasal dari lagu asli Indonesia. Makanya muncul lagu Persija di Dadaku dari Apuse, dan lagu Ini Lebak Bulus yang berasal dari lagu Suwe Ora Jamu. Lagu itu sudah mulai dinyanyikan sejak 2001 dan pada tahun 2003 dibuat album SATU JAKARTA SATU yang memasukan lagu itu. Setiap mendukung timnas, kata Persija dirubah menjadi Garuda. Nah lagu itu yang kemudian menimbulkan inspirasi seorang produser film tuk membuat film dengan judul sama. Mereka sempat minta ijin ke gw, dan ketika dibilang yang nyanyi netral ya jelas gw bangga banget. Netral kemudian mengaransir ulang dan menambahkan di bagian depannya menjadi sebuah lagu yang utuh. Mungkin karena prestasi Timnas sedang menanjak, dan dinyanyikan oleh grup band terkenal sepeerti Netral, maka lagu itu menjadi sangat popular sekarang. Moga penjelasan ini cukup untuk menjawab berbagai pertanyaan seputar lagu tersebut.

dari bung ferry
Posted by Ahmad Izzinnahdi

Popular Post

- Copyright © ' -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -